Bea Cukai Makassar Fasilitasi Ekspor Perdana Daging Kelapa ke India

Rabu, 30 September 2020 – 17:45 WIB
Pejabat Bea Cukai Makassar melihat proses pengupasan kelapa bulat untuk diekspor. Foto Humas Bea Cukai.

jpnn.com, MAKASSAR - Bea Cukai Makassar dan Karantina Pertanian Makassar melepas ekspor perdana komoditas pertanian daging kelapa yang berlokasi di gudang eksportir PT BBI, Jumat (25/9).

Ekspor perdana 12 ton daging kelapa beku ke India ini merupakan program inisiasi Karantina Pertanian Makassar, yang difasilitasi oleh Bea Cukai Makassar sebagai bentuk dukungan terhadap program mendukung gerakan ekspor.

BACA JUGA: Kanwil Bea Cukai Jawa Timur II Dukung UMKM Go Export

Kepala Seksi PKC IV Bea Cukai Makassar, Pulung Raharjo mengatakan bahwa di Sulawesi Selatan, kelapa menjadi salah satu komoditas unggulan yang hampir seluruh bagiannya dapat dimanfaatkan. Oleh sebab itu, kelapa dan produk turunannya ini banyak dikirim ke berbagai negara.

“Bea Cukai Makassar sangat mengapresiasi semangat para pengusaha yang berani membuka peluang ekspor untuk komoditas baru tersebut," ucap Pulung Raharho.

BACA JUGA: Reaksi Zulkieflimansyah Merespons Pergerakan Fahri Hamzah di Pilkada 2020

Dia juga berharap aktivitas ekspor ini bisa terus berlanjut untuk produk turunan dari kelapa.

"Diharapkan ke depan bukan hanya daging kelapa beku yang diekspor, tetapi produk turunannya pun bisa menjadi komoditas ekspor yang bernilai tinggi," ucap Pulung Raharjo dalam keteranganya pada Rabu (30/9).

BACA JUGA: Tengku Zulkarnain: Pemerintah Memberi Ruang Ideologi Komunis Tumbuh Kembali

Perwakilan PT BBI M Dahri berharap ekspor perdana yang dilakukan perusahaannya dapat terus berlanjut. “Saat ini permintaan sangat tinggi, mencapai 500 ton per bulan,” katanya.

Dahri mengakui bahwa dengan meningkatnya permintaan ekspor ini, bisa memberdayakan tenaga kerja yang ada di sekitar pabrik.

“Jadi secara tidak langsung kami juga memberikan lapangan pekerjaan kepada warga di sekitar pabrik. Sehingga meskipun di tengah pandemi covid-19 ini, mereka tetap memperoleh penghasilan,” ucapnya.(*/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler