Bea Cukai Soekarno-Hatta Beri Asistensi Impor Vaksin Skema Multilateral

Rabu, 10 Maret 2021 – 21:00 WIB
Bea Cukai Soekarno-Hatta.memberikan asistensi percepatan pelayanan terkait kedatangan vaksin Covid-19. Foto: Bea Cukai.

jpnn.com, TANGERANG - Indonesia kembali mendatangkan vaksin Covid-19 dalam rangka menyukseskan program vaksinasi massal.

Sebanyak 1,1 juta dosis vaksin yang diperoleh melalui skema kerja sama multilateral tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (8/3), dan telah diberikan asistensi percepatan pelayanan oleh Bea Cukai Soekarno-Hatta.

BACA JUGA: Ini Fakta Tentang Vaksin AstraZeneca dari Inggris

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi didampingi Kepala Perwakilan World Health Organization (WHO) untuk Indonesia Dr. N. Paranietharan dan Kepala Perwakilan UNICEF untuk Indonesia Debora Comini, serta Kepala Kantor Bea Cukai Soekarno-Hatta Finari Manan secara simbolis menerima vaksin siap pakai yang diproduksi oleh perusahaan farmasi AstraZeneca.

Retno menjelaskan bahwa jumlah 1.113.600 dosis vaksin diperoleh melalui skema kerja sama multilateral Pemerintah Indonesia dengan berbagai badan dan lembaga internasional. Retno menyebutkan antara lain Aliansi Global untuk Vaksin dan Imunisasi (GAVI), WHO, UNICEF, Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI), dan lainnya.

BACA JUGA: Tak Mau Kalah dari China, Amerika Dukung Program Vaksinasi COVID-19 di Indonesia

Retno mengatakan bahwa kedatangan vaksin kali ini membuktikan hasil diplomasi terbaik Pemerintah Indonesia dengan pihak internasional.

“Maka dari itu kami ucapkan terima kasih kepada Bea Cukai atas pelayanan yang cepat, dan seluruh instansi terkait yang telah memberikan dukungan. Mari wujudkan ketersediaan vaksin bagi masyarakat Indonesia,” ujar Retno.

BACA JUGA: Inilah Fasilitas dan Kemudahan dari Bea Cukai Soekarno Hatta untuk Vaksin Covid-19

Finari menyampaikan vaksin AstraZeneca ini diterbangkan dari Amsterdam, Belanda, menggunakan maskapai penerbangan Royal Dutch Airlines (Koninklijke Luchtvaart Maatschappij/KLM) dan tiba di Indonesia, Senin (8/3) pukul 17.45 WIB.

“Dikemas dalam bentuk 11.136 karton, vaksin langsung kami bawa ke gudang rush handling untuk dilakukan pemeriksaan oleh petugas Bea Cukai,” ungkap Finari.

Dia menjelaskan, terkait rush handling atau pelayanan segera, sesuai Peraturan Menteri Keuangan No 148/PMK.04/2007 adalah pelayanan kepabeanan yang diberikan atas barang impor tertentu yang karena karakteristiknya memerlukan pelayanan segera untuk dikeluarkan dari kawasan pabean atau bandara, seperti halnya vaksin yang menjadi kebutuhan mendesak di masa pandemi ini.

Vaksin Covid-19 ini selanjutnya langsung diberangkatkan ke Laboratorium PT Bio Farma yang berlokasi di Bandung dengan dikawal oleh TNI dan Brimob Polri. (*/jpnn)

 

Yuk, Simak Juga Video ini!


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler