Begini Cara Bea Cukai Bantu UMKM Naik Kelas

Senin, 11 Juli 2022 – 20:55 WIB
Bea Cukai siap membantu para pelaku usaha mikro, kecil, dan, menengah (UMKM) agar bisa naik kelas. Ilustrasi foto: Humas Bea Cukai

jpnn.com, JAKARTA - Bea Cukai kembali memberikan asistensi kepada sejumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Bea Cukai mengunjungi pelaku usaha maupun audiensi di kantor Bea Cukai di daerah.

BACA JUGA: Bea Cukai dan Pemda Fokuskan Pemanfaatan DBHCHT di Sektor Penegakan Hukum

“Asistensi terhadap pelaku UMKM oleh Bea Cukai mendorong pemulihan ekonomi nasional (PEN) dari sisi ekspor dan impor,” ungkap Hatta Wardhana, kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai.

Dalam menggali potensi ekspor, Bea Cukai Gresik melalui klinik ekspor aktif memberikan asistensi terhadap para pelaku UMKM di Kabupaten Gresik. 

BACA JUGA: Ini Wujud Pelayanan Bea Cukai terhadap Pekerja Migran Indonesia

Berdasarkan berita dari media online nasional, terdapat potensi ekspor sapu lidi dari Kabupaten Gresik yang berhasil mengirim produknya ke Brunei Darussalam. 

Karena itu, Tim Klinik Ekspor Bea Cukai Gresik melakukan kunjungan ke Desa Karangsemanding, Balongpanggang, Gresik, pada Jumat (8/7).

BACA JUGA: Bea Cukai Siap Dukung Produk Lokal Menuju Pasar Global

“Saat Tim Klinik Ekspor tiba, para perajin sapu lidi mengonfirmasi kebenaran berita ekspor ke Brunei Darussalam. Namun, para perajin ini hanya menyuplai produknya ke pengusaha ekspor dalam negeri,’’ ucapnya.

Karena itu, asistensi ini dapat membuka peluang untuk ekspor mandiri dengan berkoordinasi dengan perwakilan KBRI di Brunei, Malaysia, dan Jepang.

Sementara itu, Bea Cukai Parepare kembali mengunjungi UMKM di wilayah Kabupaten Majene dan Polewali Mandar guna memberikan pemahaman tentang seluk beluk atau tata cara ekspor. 

Melalui kunjungan ini, Bea Cukai Parepare memberikan edukasi ekspor terhadap pelaku UMKM yang punya daya saing ekspor.

Dalam mendorong UMKM agar naik kelas, Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Bali Nusra melaksanakan audiensi bersama Yayasan Kalimanjari selaku Pengampu Koperasi Kakao Kerta Semaya Samaniya (KSS), Kamis (7/7). 

Koperasi Kakao KSS saat ini sebagai satu-satunya produsen di Indonesia yang mampu memproduksi biji kakao fermentasi dengan volume paling besar. 

Sampai saat ini, Koperasi Kakao KSS berhasil melakukan ekspor ke Perancis, Belanda, Belgia, Jepang, dan Amerika.

Sementara itu, Bea Cukai Pasuruan melaksanakan asistensi door-to-door dan memberikan layanan konsultasi dan asistensi bagi pengusaha UMKM di Pasuruan yang datang langsung. 

Pada Rabu (6/7), terdapat sejumlah empat pengusaha UMKM dengan berbagai produk datang berkunjung ke Kantor Bea Cukai Pasuruan untuk berkonsultasi dan berdiskusi terkait potensi UMKM ke luar negeri.

“Berbagai kegiatan telah dilakukan Bea Cukai dalam membantu daerah, terutama usaha-usaha yang memerlukan fasilitas dalam meningkatkan produksi dan pemasaran. Harapannya, fasilitas dan pelayanan yang diberikan Bea Cukai mampu mendorong dan mengembangkan ekspor pelaku UMKM,” pungkas Hatta. (mrk/jpnn)


Redaktur & Reporter : Tarmizi Hamdi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler