jpnn.com, SURABAYA - Opi Saragih merasa aman saat membeli ikan layur di Depo Pemasaran Ikan, Surabaya.
Sebelum dibeli, petugas Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu (BKIPM) dan Keamanan Hasil Perikanan Surabaya 1 menguji kualitas ikan.
BACA JUGA: Mi Basah Bisa Bertahan Sebulan Pasti Mengandung Formalin
Hasilnya bebas formalin. ''Jadi tahu, saya makan ikan sehat atau tidak,'' kata perempuan asal Medan itu.
Ya, pemeriksaan tersebut dilangsungkan dalam rangka Bulan Bakti Karantina dan Mutu Hasil Perikanan.
BACA JUGA: Dinas Ketahanan Pangan Temukan Anggur Mengandung Formalin
BACA JUGA : Mi Basah Bisa Bertahan Sebulan Pasti Mengandung Formalin
BACA JUGA: Cairan Infus Tertukar Formalin, Pasien Tewas Mengenaskan
Inspektur Mutu BKIPM Surabaya 1 Suwanto mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk menjamin keamanan masyarakat terhadap konsumsi ikan.
Selama uji kualitas, lanjut dia, pihaknya menemukan beberapa ikan yang mengandung formalin.
Yakni, ikan kembung dan pari. Petugas BKIPM Surabaya 1 pun langsung berkoordinasi dengan Dinas Perikanan Sidoarjo untuk penelusuran.
''Kami tidak tahu asal temuan kandungan berbahaya itu. Bisa dari pedagang atau pengepul,'' katanya.
Suwanto menjelaskan, salah satu bahaya mengonsumsi ikan berformalin adalah mengalami iritasi saluran pernapasan.
Karena itu, masyarakat perlu mewaspadainya. Menurut dia, ikan segar bisa dibuktikan dengan kondisi mata.
BACA JUGA : Mayat Dalam Kardus Diduga Wanita 21 Tahun dan Diformalin
Yaitu, jernih, cerah, dan cembung. Selain itu, insangnya harus merah. Tidak hitam. Juga, dagingnya terasa padat. Jika ditekan akan elastis.
''Kalau tidak sesuai dengan ciri-ciri tadi, ikan tidak segar lagi. Masyarakat patut waspada penggunaan formalin,'' tambahnya.
Kemarin petugas juga melakukan uji kualitas di Pasar Kalanganyar, Sedati. ''Kami juga menyasar pasar modern,'' kata Kepala BKIPM Surabaya 1 Muhlin. (oby/c15/dio/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Waspada, Ada Ikan Asin Mengandung Formalin
Redaktur & Reporter : Natalia