Begini Cara Tantri Kotak Tularkan Nilai-nilai Pancasila

Sabtu, 03 Februari 2018 – 19:49 WIB
Kotak saat tampil di Grand Pacific Hall, Yogyakarta, pada Sabtu (3/2). Foto: Istimewa

jpnn.com, YOGYAKARTA - Vokalis band Kotak Tantri Syailendra mengatakan, saat ini generasi milenial semakin individualistis dan tidak memiliki pegangan di tengah arus informasi global.

Ibu satu anak itu menilai, sikap anak muda zaman now yang seperti lantaran tidak menanamkan nilai-nilai Pacasila dalam kehidupan mereka.

BACA JUGA: Karena Pancasila, Indonesia jadi Miniatur Dunia

Tantri pun mencontohkan, semangat Pancasila tetap dia tanamkan dalam bermusik melalui beberapa lagu-lagunya bersama band Kotak.

“Saya dan teman-teman di Kotak punya perhatian yang besar terhadap nasionalisme dan Pancasila,” kata Tantri saat menghadiri talkshow bertajuk “Pancasila di Zamanku” yang diselenggarakan oleh Bakti Pendidikan Djarum Foundation bekerjasama dengan Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta dan Solidaritas Anak Bangsa (SABANG), di Grand Pacific Hall, Yogyakarta, pada Sabtu (3/2).

BACA JUGA: Tahun Politik Tiba, Pegang Teguh Pancasila

Tantri Kotak bersama Mahfud MD saat menghadiri talkshow bertajuk “Pancasila di Zamanku” di Grand Pacific Hall, Yogyakarta, pada Sabtu (3/2).

BACA JUGA: Pancasila Bintang Penunjuk Arah Bangsa

"Kami menciptakan dua lagu yang bisa menggugah semangat nasionalisme yaitu Satu Indonesia dan Merah Putihku. Harapannya agar semangat nasionalisme kita jangan mudah goyah," lanjut Tantri.

Tantri merasa beruntung bekerja sebagai musikus yang bisa menyaksikan langsung kekayaan Indoensia dari Sabang sampai merauke.

"Kalau buat saya, Pancasila itu sudah pegangan saya karena saya orang Indonesia. Pancasila sudah cukup sekali jadi pegangan kita," tukasnya.

Terkait sikap anak-anak muda zaman sekarang yang tidak menerapkan nilai-nilai Pancasila dan lebih percaya hoax, Tantri menyikapinya dengan bijak.

"Kalau dulu ibu bilang hati-hati dengan lisanmu, kalau sekarang hati-hati dengan jempolmu. Banyak banget berita hoax, terlalu mudah berasumsi, beropini itu harus hati-hati. Ini sebagai pisau bermata dua," jelas Tantri.

"Saya berada di era digital yang memudahkan musisi, tapi juga harus hati-hati. Contoh nyatanya, belum lama ini saya posting soal hari besar agama. Tapi orang malah berasumsinya macam-macam," lanjutnya.

Sementara itu, Program Director Bakti Pendidikan Djarum Foundation Primadi H. Serad ikut menambahkan, derasnya arus informasi saat ini bisa menjadi ancaman jika tidak dibentengi Pancasila sebagai landasan.

“Kami mendorong kaum muda agar bersikap dan bersuara, menguatkan kembali nilai-nilai Pancasila dan semangat persatuan di lingkungan dan komunitas mereka. Terlebih dalam era kebebasan informasi dan persaingan global sekarang ini, ada banyak ideologi baik dari luar aupun internal yang bisa membelokan kecintaan kaum muda terhadap warisan budaya dan kearifan yang kita miliki,” ujar Primadi H. Serad. (mg7/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Jaga Kerukunan dan Toleransi demi Keutuhan NKRI


Redaktur & Reporter : Djainab Natalia Saroh

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler