Begini Pengakuan Pelajar Penyiram Air Keras, Ya Ampun

Selasa, 10 Oktober 2023 – 04:36 WIB
Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Kelapa Gading Iptu Fauzan Yonnadi saat pengungkapan kasus penyiraman air keras di Markas Polsek Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (9/10/2023). ANTARA/Abdu Faisal

jpnn.com, JAKARTA - Polisi telah memeriksa MY (18), pelajar yang melakukan penyiraman air keras terhadap korban DH (18) pada 27 September.

MY mengaku membeli bahan kimia itu dari kawasan Pulogadung, Jakarta Timur memakai uang jajan sebesar Rp 25 ribu.

BACA JUGA: Begini Kondisi Pelajar SMK Korban Penyiraman Air Keras

"Saya beli Rp25 ribu, pak. Bilangnya untuk merontokkan karat di besi, padahal saya pakai buat jaga-jaga di jalan kalau bertemu pelajar-pelajar usil," kata MY kepada petugas Polsek Kelapa Gading di Mapolsek Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin.

MY mengatakan air keras jenis hidrogen klorida (HCL) itu dipersiapkan pada hari waktu hari libur (Minggu malam), dan disimpan di kawasan Bendungan Pintu Air, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat.

BACA JUGA: Pengakuan Pelaku Penyiraman Air Keras Terhadap Pelajar SMK, Astaga

Pada hari kejadian, air keras itu diambil oleh teman-temannya, yakni MYS (18), DF (17), dan MSH (17) seusai MY terlibat baku pukul dengan pelajar sekolah menengah kejuruan (SMK) lain yang berkendara di jalan kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Namun, MY baru bisa menyiramkan air keras tersebut ke arah wajah salah satu anggota lawannya berinisial DH (18) ketika kedua kelompok bertemu kembali di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelapa Gading Barat.

BACA JUGA: Kronologi Kecelakaan Mengerikan di Exit Tol Bawen yang Menewaskan 4 Orang

Akibatnya, area kulit wajah DH mengalami luka siraman air keras sebesar 80 persen, hingga harus melakukan tiga kali tahapan operasi untuk pemulihan oleh pihak dokter Rumah Sakit Umum Daerah Koja, Jakarta Utara.

Kanit Reskrim Polsek Kelapa Gading Iptu Fauzan Yonnadi mengatakan DH sudah melalui satu tahapan operasi dari tiga yang direncanakan saat rawat inap.

Kini proses pemulihan korban dilakukan pihak dokter rumah sakit dengan rawat jalan.

"Korban sudah melaksanakan rawat jalan, kemudian akan dilakukan operasi kedua dan ketiga. Menurut keterangan dari dokter, dapat kami jelaskan bahwa area wajah hampir 80 persen mengalami luka siraman air keras, dari area sekitar mata maupun sekitar mulut," kata Fauzan.

Adapun dua pelaku penyiraman air keras yang berusia di atas 17 tahun dikenakan Pasal 351 ayat 2 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang penganiayaan berat. Ancaman hukuman terhadap pelaku adalah lima tahun penjara.

Terkhusus anak berhadapan hukum yang berusia di bawah 17 tahun, polisi tetap melakukan penindakan hukum yang mengedepankan pembinaan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA). (antara/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Fakta Baru Janda Muda yang Dibunuh Anak Anggota DPR, Ternyata....


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler