BEI Target Gaet Minimal 30 Emiten Baru

Rabu, 07 Desember 2016 – 09:23 WIB
BEI. Foto: JPNN

jpnn.com - JAKARTA –Bursa Efek Indonesia (BEI) lebih optimistis terhadap ekspansi perusahaan dalam negeri.

Hal itu tak lepas dari kondisi perekonomian yang diprediksi bakal membaik.

BACA JUGA: Kenaikan Harga Minyak Dunia tak Pengaruhi Kebijakan BBM 1 Harga

Jumlah penawaran saham ke publik (initial public offering/IPO) pun ditargetkan meningkat.

Salah satu ikhtiar adalah mendorong dual-listing dan mewujudkan inkubator untuk perusahaan perintis.

BACA JUGA: Jokowi Minta Rupiah tak Hanya Dibandingkan Dengan Dolar AS

Selasa (6/12) kemarin, BEI mengundang 146 perusahaan yang seluruhnya dinilai potensial melakukan IPO.

Direktur BEI Tito Sulistio mengatakan, ekspansi merupakan hal yang pasti dilakukan perusahaan, terutama saat situasi ekonomi membaik.

BACA JUGA: Underpass Manggarai Diharapkan Beroperasi Sebelum Tahun Baru

”Itu 146 (perusahaan) sebagian besar sudah rencana IPO. Tapi, kan memang tahun kemarin ekonomi jelek ya,” ucapnya di gedung BEI, Jakarta, kemarin (6/12).

Tito optimistis, sebagian perusahaan mulai merealisasikan rencana IPO pada tahun depan.

Ditambah lagi potensi dari kelompok perusahaan badan usaha milik negara (BUMN).

Beberapa BUMN, terutama dari sektor infrastruktur dan properti, sudah mendeklarasikan rencana listing di bursa pada 2017.

Tito yakin, jumlah emiten baru tahun depan lebih banyak daripada tahun ini.

”Saya percaya minimum 30 (emiten baru) tahun depan bisa kami dapatkan karena banyak sekali (perusahaan potensial),” katanya.

Ditambah lagi, ada beberapa perusahaan besar. Terutama dari sektor pertambangan.

Mereka mengeruk aset komoditas dari Indonesia, tapi sahamnya tercatat di bursa saham negara lain.

”Kan nggak elok seperti itu. Ayo dong listed di Indonesia. Tiga perusahaan seperti itu. Mereka sudah mau ngomong akan dual-listing,” ujarnya. (gen/c5/sof/jos/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Izin Investasi Sektor Pariwisata Bakal Dipermudah


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler