Beijing telah meningkatkan usaha untuk mengucilkan Taiwan di kawasan Pasifik dengan mendesak badan diplomatik penting di kawasan untuk secara resmi mendukung kebijakan Satu China. Tekanan Beijing di Pasifik

BACA JUGA: Terancam Hukuman Mati Di Lebanon Karena Dugaan Terorisme, Pria Australia Minta Dibebaskan

Sumber-sumber dari dua negara di kawasan Pasifik mengatakan para pejabat China telah berusaha mengyakinkan Forum Kepulauan Pasifik (PIF) harus menerima bahwa Partai Komunis China adalah pemerintah yang sah bagi China Daratan dan Taiwan.

Tindakan ini dianggap sebagiai provokasi, karena kawasan Pasifik masih menjadi kawasan satu-satunya di dunia yang masih memberi dukungan kepada Taiwan, dengan enam negara di kawasan itu Solomon Islands, Kiribati, Marshall Islands, Nauru, Tuvalu dan Palau masih mengakui Taipei dan bukannya Beijing.

BACA JUGA: Kehidupan Dua Keluarga Multi Budaya Indonesia di Australia

Taiwan membeirkan bantuan asing besar-besaran kepada negara-negara tersebut, dan sudah berusaha kras membina hubungan dengan para pemimpin politik mereka.

Namun China juga terus melakukan usaha untuk mengucilkan Taiwan dari negara sekutunya yang masih ada.

BACA JUGA: Pelaku Penipuan Makan Di Restoran Tanpa Membayar Dibui Dua Tahun

Photo: Pemimpin Solomon Islands Rick Hou dan istrinya memberikan bingkisan kepada Presiden Taiwan Tsai Ing-wen. (Taiwan's Office of the President)

Dalam dua tahun terakhir, dua negara yaitu Republik Dominika dan Panama di kawasan Amerika Tengah memutuskan hubungan diplomatik dengan Taiwan, setelah China menawarkan utang dan paket investasi besar-besaran.

Dan tahun lalu, China melarang turis mereka untuk mengunjungi Palau, dalam langkah yang menurut banyak pihak merupakan usaha untuk melakukan tekanan ekonomi kepada negara kepulauan yang kecil tersebut.

Juga sudah muncul spekulasi bawha pemerintah yang berkuasa sekarang di Solomon Islands mungkin akan mengalihkan dukungan ke Beijing setelah pemilu bulan April meskipun para pemimpin partai sudah mengesampingkan spekulasi tersebut.

Bila memang Forum Kepulauan Pasifik (PIF) mendukung kebijakan Satu China maka ini merupakan pukulan simbolis besar terhadap Taiwan. Photo: China sudah melarang turis mereka mengunjungi Palau, negara yang masih mengakui Taiwan. (Reuters: Jackson Henry)

Namun Graeme Smith dari Australian National University di Canberra mengatakan PIF 'besar kemungkinan' tidak akan mengikuti permintaan China.

"Saya kira tekanan seperti ini kontra produktif, besar kemungkinan negara-negara Pasifik yang mengakui Taiwan akan tetap bertahan." katanya.

"Ini bukan strategi tepat untuk bisa mendapatkan banyak teman."

"Tetapi ini juga seperti ingin mengirimkan pesan kepada enam sekutu Taiwan tersebut bahwa mereka melakukan tekanan dan menjadi kepentingan anda untuk beralih."

Pejabat Pasifik yang dilobi China tersebut meminta namanya tidak disebutkan karena mereka tidak ingin merusak hubungan diplomatik dengan Beijing.

Namun keduanya mengatakan China sudah melakukan tekanan kepada negara Pasifik lain dalam masalah ini, dan mungkin juga sudah berbicara dengan Sekretariat PIF.

Seorang juru bicara PIF menolak memberikan komentar apakah forum tersebut sudah dilobi langsung mengenai masalah tersebut.

Namun dalam keterangan kepada ABC, juru bicara tersebut menunjukkan bahwa posisi mereka sekarang dimana beberapa negara memiliki hubungan dengan China, sedangkan yang lainnya memiliki hubungan dengan Taiwan.

Lihat berita selengkapnya dalam bahasa Inggris di sini

BACA ARTIKEL LAINNYA... Tiba Di Melbourne, Hakeem Al Araibi Disambut Puluhan Pendukung

Berita Terkait