Benakat Fokus Kejar Defisit

Rabu, 22 Juni 2011 – 09:49 WIB

JAKARTA - PT Benakat Petroleum Energy Tbk (BIPI) tak berani memancang target perolehan laba sepanjang 2011Itu menyusul memburuknya kinerja perseroan tahun lalu

BACA JUGA: Sales FMCG Naik 11,1 Persen

Pada sepanjang 2010, perseroan mengalami rugi bersih sebesar Rp 96 miliar
”Kami belum berani memasang target perolehan laba dan lebih berhati-hati,” ungkap Dina Andini Rohali, Sekretaris Perusahaan Benakat di Jakarta, Selasa (21/6).

Andini menyebutkan, manajemen saat ini lebih fokus mengejar devisit

BACA JUGA: PTPN Butuh Dana Rp 2,08 Triliun

Itu bukan berarti perseroan tidak punya ambisi dalam mengejar peruntungan
Tetapi, merujuk fakta yang ada maka kemungkinan terbesar yang bisa dilakukan adalah memaksimalkan potensi guna menutup kerugian yang mendera perseroan

BACA JUGA: Sepatu Buatan Indonesia Siap Tembus Pasar AS

"Sejatinya, kalau berhasil memperkecil nilai kerugian pada penghujung tahun, itu sudah cukup bagus,” tukasnyaKarena pertimbangan itu, pihaknya belum berani memastikan apakah ada pembagian dividen untuk tahun kinerja 2011 ini.

Sementara sepanjang 2010, BIPI berhasil mendongkrak nilai pendapatan dari Rp 158,192 miliar pada 2009 menjadi Rp 231,9 miliar pada 2010 laluSayangnya, akibat tingginya beban usaha membuat perusahaan harus menangguk rugi bersih sebesar Rp 96 miliar setelah tahun sebelumnya berhasil meraup laba bersih Rp 6,92 miliar“Kami sejatinya sudah berusaha maksimal guna meminimalisir tingkat kerugian tersebut,” tandasnya.

Termasuk melakukan efisiensi berupa perbaikan peralatan, penambahan pompa injeksi sumur agar air tidak naikPembenahan credit fasilities”Semoga ke depan dengan segala pembenahan itu keuangan perusahaan bisa beranjak positif,” tambah Suluhuddin Noor, Presiden Direktur BIPIMemburuknya kinerja perseroan itu, manajemen tidak membagi dividen kepada para pemegang saham(far)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Target Bentuk Anak Usaha


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler