Benarkah Bung Karno Ingin Memindahkan Ibu Kota? Sepertinya Tidak

Senin, 10 Juli 2017 – 01:52 WIB
Kota Palangka Raya. Foto:JHONY PRIHANTO/KALTENG POS/JPNN.com

jpnn.com, PALANGKA RAYA - Palangka Raya, Kalimantan Tengah disebut-sebut bakal menjadi ibu kota menggantikan Jakarta.

Kabar itu berembus sejak lama. Presiden pertama Indonesia Soekarno disebut-sebut memiliki gagasan menjadikan Palangka Raya sebagai ibu kota.

BACA JUGA: 2 Hal Ini Bikin Palangka Raya Tak Layak Jadi Ibu Kota

Benarkah pria yang karib disapa Bung Karno itu memiliki wacana tersebut?

Sejarawan dari Universitas Indonesia (UI) JJ Rizal mengatakan, wacana pemindahan ibu kota sudah sering muncul.

BACA JUGA: Mau Tahu Biaya Memindahkan Ibu Kota? Luar Biasa!

"Bukan dilakukan sekali dua kali, tetapi berkali-kali dan berakhir pada batas wacana. Hari ini, diskusi kembali naik dan dikaitkan dengan Bung Karno. Mungkin karena pemerintah sekarang identifikasi diri dengan Bung Karno. Kalau kita bicara apakah Bung Karno menginginkan pindah ibu kota menjadi pertanyaan menarik," jelas Rizal, Sabtu (8/7).

Menurut Rizal, saat itu, Bung Karno sepertinya tidak pernah menggagas pemindahan ibu kota.

BACA JUGA: Rian DMASIV Percaya Pemerintah Tak Sembarangan Memindahkan Ibu Kota

Jika muncul gagasan pemindahan ibu kota, kontesknya adalah berbagi beban dengan daerah lain.

Sedangkan wajah asli Indonesia tetap berada di Jakarta.

"Bung Karno membayangkan Palangka Raya itu salinan dari wajah Indonesia. Jadi, kita harus bikin Jakarta di tempat lain sesuai dengan identitas masing-masing tempat di mana itu mewakili wajah Indonesia yang berbeda-beda yang bineka," imbuhnya.

Menurut Rizal, Jakarta adalah simbol nasionalisme dan politik Indonesia.

Sebab Indonesia lahir di Jakarta. Nasionalisme juga lahir di Jakarta. Selain itu, proklamasi dilakukan di Jakarta.

Karena itu, sambung Rizal, Bung Karno menganggap Jakarta sebagai kota perjuangan nasionalisme Indonesia.

Jakarta, kata Rizal, juga harus menampakkan wajah nasionalisme Indonesia.

Sebab, menurutnya, sejak awal Bung Karno memang menginginkan Jakarta sebagai ibu kota.

Buktinya, Bung Karno turun langsung sebagai arsitek ketika membangun Jakarta.

"Dia (Bung Karno) sadar mewarisi ibu kota kolonial, tetapi dirombak. Struktur ruangnya diganti. Jadi, dia (Bung Karno) bangun poros baru seperti Monas, gedung DPR MPR, Patung Dirgantara (Patung Pancoran)," tegasnya. (cr1/nto)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Butuh Dana Besar, Tak Mudah Pindahkan Ibu Kota


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler