Bensin Premium di Batam Langka

Minggu, 07 Juli 2019 – 23:53 WIB
Para pengendara sepeda motor mengantre di salah satu SPBU di kawasan Batuaji, Kota Batam. Foto: Eja/Batampos

jpnn.com, BATAM - Bahan bakar minyak (BBM) jenis premium semakin langka di Kota Batam. Terutama di wilayah Kecamatan Batuaji dan Sagulung.

Bahan bakar tersebut kerap habis sehingga masyarakat terpaksa mengisi pertalite atau pertamax turbo yang harganya lebih mahal.

BACA JUGA: Perampok Turis Asing Asal Singapura Ditangkap di Batam

Kelangkaan premium terjadi hampir setiap hari. Seperti yang terjadi pada Sabtu (6/7) sore. Nyaris tidak ada SPBU di Batuaji dan Sagulung yang memiliki stok premium.

Premium baru tersedia Minggu (7/7) pagi dan itu pun sudah habis sebelum pukul 12.00 WIB. Kelangkaan premium tersebut menimbulkan pertanyaan warga.

BACA JUGA: Rachmawati Lapor, Polisi Gerak Cepat Tangkap Edward Tarigan dan Sofian Pardede

Pihak SPBU terlihat lebih mementingkan pembelian menggunakan wadah penampungan dibandingkan dengan pembelian yang langsung menggunakan kendaraan.

BACA JUGA: BBM Jenis Solar Langka di Batam, Antrean Kendaraan Mengular

BACA JUGA: Pegatron Resmikan Pabrik di KIB Pekan Depan, Industri Batam Bergerak Menuju Era Digital

Warga menduga ada permainan pihak SPBU untuk mendapatkan keuntungan yang lebih dengan memprioritaskan pembelian menggunakan wadah tersebut.

Pantauan di lapangan, Minggu (7/7) pagi, SPBU yang memilki stok premium seperti SPBU Tanjunguncang memang didominasi pengisian menggunakan wadah.

Puluhan bahkan ratusan jeriken berukuran 20 liter menumpuk di lokasi pompa pengisian premium. Hal itu diperparah lagi dengan antrean panjang kendaraam siluman yang memodifikasi tangki minyak agar pengisian lebih banyak.

Premium yang tersedia habis tersedot oleh pengisian menggunakan wadah ketimbang pengisian langsung ke kendaraan.

Antrean panjang kendaraan juga mengular hingga ke bahu jalan. Indra, warga yang antre untuk isi Premium ke mobil pribadinya menyayangkan kondisi tersebut.

BACA JUGA: Premium Langka karena Harga Batal Naik?

Dia berharap ada pengawasan dan penindakan dari instansi pemerintah terkait. Sehingga tidak terjadi penyimpangan dalam pendistribusian premium.

“Antrean kendaraan sudah mengular ke jalan, tapi petugas (SPBU) sibuk layani yang beli pakai jeriken,” katanya.

“SPBU di Batuaji ini begini semua, apa istimewanya yang beli pakai jeriken dengan kami yang beli langsung seperti ini,” paparnya.

Manajemen SPBU Sagulung saat dikonfirmasi tak menampik pembelian premium dan juga solar didominasi menggunakan wadah.

Namun demikian, pihak SPBU tak bisa berbuat banyak, sebab pembelian menggunakan wadah tersebut sudah mengantongi surat rekomendasi dari instansi pemerintah terkait untuk kepentingan nelayan dan masyarakat pulau.

“Bukan diprioritaskan, sama semua kok kami layani,” papar Pengawas SPBU, Rofiq.

“Siapa yang datang kita layani sesuai giliran asalkan stok masih ada,” kata dia lagi.

Rofiq menjelaskan, permintaan Premium baik yang menggunakan wadah atau langsung ke kendaraan sangat banyak. “Yang pakai surat rekomendasi untuk solar dan premium total ada 93 surat,” jelasnya.

“Satu surat jatahnya perdua bulan 6 sampai 9 ton. Belum lagi yang isi langsung jadi memang banyak (permintaan),” tutur Rofiq lagi.

BACA JUGA: Maaf, Stok BBM Habis di Sini

Stok premium dan solar yang didatangkan perhari, kata Rofiq, sebenarnya cukup banyak. Yakni 24 ton untuk premium dan 8 ton untuk solar.

Jumlah itu kata dia, tidak mencukupi untuk melayani sepanjang hari apabila ada peningkatan permintaan terutama pembelian dengan penggunaan wadah. “Itulah situasinya, bukan karena ada sesuatu atau gimana, permintaan memang meningkat,” tuturnya.

“Yang pakai wadah tak bisa kami tolak karena mereka punya surat rekomendasi,” tutur Rofiq. (eja)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Bea Cukai Beri Waktu 90 Hari pada Importir untuk Reekspor Limbah Plastik B3


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler