Bentrok Antar Kampung di Lamteng, Warga 2 Dusun Takut Keluar Rumah

Sabtu, 29 November 2014 – 19:08 WIB
Bentrok Antar Kampung di Lamteng, Warga 2 Dusun Takut Keluar Rumah. Foto JPNN.com

jpnn.com - ANAKTUHA -- Dusun I dan II, Kampung Tanjungharapan, Kecamatan Anaktuha, Lampung Tengah (Lamteng) sudah sepakat berdamai. Namun, ratusan warga Dusun II, Kampung Tanjungharapan, masih trauma. Mereka belum berani kembali ke rumah dan lebih memilih mengungsi di Balai Kampung Sumbersari, Kecamatan Padangratu.

Salah seorang warga yang mewanti-wanti agar identitasnya tidak disebutkan mengaku dirinya lebih memilih mengungsi karena takut terjadi kerusuhan susulan. Apalagi sampai pukul 11.30 WIB kemarin, suara letusan senjata masih terdengar.     

BACA JUGA: Bentrok Antarkampung di Lamteng, Dua Kubu Sepakat Berdamai

’’Kami masih takut untuk kembali ke rumah, Mas. Mudah-mudahan persoalan ini bisa secepatnya selesai agar aktivitas kami bisa kembali seperti biasa,” harga yang minta identitasnya dirahasiakan seperti yang dilansir Radar Lampung (Grup JPNN.com), Sabtu (29/11).

Ibu anak empat ini berharap aparat kepolisian bersama pihak terkait segera menuntaskan masalah tersebut. Dia juga berharap ada bantuan dari pemkab. ’’Kasihan kami yang nggak tahu apa-apa. Apalagi rata-rata masyarakat di sini sudah lansia dan anak-anak,” tandasnya.

BACA JUGA: Tertipu Pesan Berantai, Kapolsek Ini Mencak-mencak

Pantauan Radar Lampung, pascabentrok, kondisi Dusun I dan II terlihat sepi. Tidak ada aktivitas warga yang terlihat. Hanya aparat kepolisian, marinir, dan TNI-AD yang banyak berkeliaran di wilayah tersebut.

Ketika memasuki wilayah Anaktuha kemarin siang, kondisi mencekam masih terasa. Di sepanjang jalan terlihat warga berjaga-jaga di halaman rumah masing-masing dengan menenteng senjata seperti tombak, parang, golok, pedang, hingga senapan angin. Hal ini mereka lakukan sebagai langkah antisipasi kalau-kalau ada serangan susulan dari warga yang menjadi lawannya.

BACA JUGA: Bu Lurah Bilang, Bantuan PSKS Hanya Ganti Nama Saja

Sementara di setiap titik perbatasan, aparat terlihat berjaga-jaga. Mereka siap menghalau pergerakan massa yang berpotensi memicu kerusuhan lanjutan. Saat Radar tiba di Dusun II, tempat ini benar-benar terlihat berantakan. Dengan mudah Radar menemukan sisa-sisa aksi anarkis yang sebelumnya terjadi. (yud/tih/sag/gie/abd/hry/rnn/p5/c1/fik)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Banyak yang Nilainya Jeblok, 13 Formasi CPNS Tak Terisi


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler