Berbagai Makna Imlek, Boleh Percaya, Boleh Tidak

Minggu, 07 Februari 2016 – 09:27 WIB
Imlek. foto: dok.JPNN.com

jpnn.com - SURABAYA—Meski banyak prediksi dan peruntungan yang diatur berdasar shio dan elemen, khususnya monyet api, tidak semua orang percaya. Terutama bagi yang berpola pikir modern.

 ''Imlek itu hanya dirayakan kebersamaannya, tidak meramalkan nasib baik atau malang,'' papar Elisa Christiana BA MA Mpd, dosen dan ketua prodi sastra Tionghoa UK Petra Surabaya.

Karena itu, perayaan seperti kumpul keluarga lebih diutamakan daripada perhitungan rezeki. Umumnya, keluarga akan berkumpul dalam perayaan Imlek. Saat makan malam bersama, menu yang disajikan istimewa. Setiap jenis dipilih berdasar harapan yang ingin terwujud pada tahun yang baru tersebut.

''Setiap makanan itu layaknya doa dan harapan untuk tahun baru. Dengan memakannya, dipercaya kita bisa mendapat kualitas yang sama dengan yang disimbolkan makanan itu,'' jelas Elisa.

Bagi dia, perayaan tahun baru sama saja setiap tahun. Elisa kurang memercayai energi yang terkandung dalam shio. Hal tersebut hanya dilakukan untuk menandakan pergantian tahun.

BACA JUGA: Meraih Untung di Tahun Monyet Api, Coba Atur Fengsui Rumah

''Orang Tionghoa zaman dulu kan belum menggunakan tahun Masehi sebagai penanda,'' ungkapnya.

Namun, beberapa kepercayaan menjelaskan bahwa Tahun Monyet Api sarat dengan keberuntungan. Menurut dia, hal itu mungkin timbul dari anggapan bahwa monyet adalah hewan yang paling mirip dengan manusia.

''Misalnya, lincah, pandai, lucu, dan penuh semangat,'' ujar Elisa. ''Tapi, ya itu subjektif. Terserah mau percaya atau tidak,'' ujarnya. (len/c14/ayi/flo/jpnn)

BACA JUGA: Gerindra Rayakan Ulang Tahun Tanpa Teman

 

Simbol dan Makna Imlek

Ikan

Memiliki bahasa Mandarin yang sama dengan ''sisa'', yakni yu. Artinya, dengan menyantap ikan, rezeki selalu tersisa alias tidak pernah habis.

Mie

Mie yang panjang dimaknai sebagai umur panjang dan kesehatan.

Warna Emas

Simbol kesejahteraan dan kekayaan.

Sajian Manis

Melambangkan hal positif atau yang manis dalam hidup.

Kue Keranjang

Dalam bahasa Mandarin disebut gao (tinggi). Harapannya, semakin sukses.

Petasan

Simbol kemeriahan dan sukacita.

Lampion

Simbol keselamatan dan kebahagiaan.

Jeruk Mandarin dan Apel

Simbol rezeki dan keselamatan.

Warna Merah

Simbol tolak bala dan kebahagiaan.

BACA JUGA: Katrok..Pejabat Kemenpora Diminta Melek Media Sosial

 

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Revisi UU Otsus Papua Dinilai Jalan Terbaik


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler