Berharap Rentetan Kekerasan Bukan Upaya Curangi Pemilu

Rabu, 02 April 2014 – 01:01 WIB

jpnn.com - JAKARTA - Rentetan aksi penembakan di Nangroe Aceh Darussalam hendaknya tak disepelekan. Pasalnya, bukan tak mungkin aksi kekerasan yang meningkat menjelang pemilu justru bagian dari upaya mencurangi pelaksanaan pesta demokrasi lima tahunan itu.

Menurut Direktur Advokasi Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Bahrain, rentetan tindak kekerasan itu dikhawatirkan merupakan penanda tentang masifnya kecurangan di pemilu tahun ini. Dalam kasus penembakan di Aceh misalnya, awalnya muncul dugaan insiden itu karena adanya persaingan antarmantan tentara GAM yang kini tergabung dalam berbagai partai lokal di Aceh.

BACA JUGA: Dahlan: Karya Seni Tidak Boleh Diintervensi

Namun, belakangan justru terungkap senjata untuk penembakan terhadap posko caleg justru dari oknum prajurit TNI. Karenanya YLBHI mengingatkan agar jangan sampai hal-hal semacam itu berpengaruh pada proses pemilu.

"Yang kita takutkan, hal-hal seperti ini yang jadi preseden buruk untuk proses pemilu ke depan. Kecurangan jadi bisa diterima dengan alasan-alasan simpel," kata Bahrain di Jakarta, Selasa (1/4).

BACA JUGA: Keterangan Cukup, Rudi Rubiandini Batal Jalani Pemeriksaan Sebagai Terdakwa

Karenanya Bahrain curiga keributan sengaja diciptakan. Sebab, katanya, hingga saat ini belum ada kepastian bahwa penguasaa saat ini akan turun dari panggung kekuasaan secara mulus.  

"Mudah-mudahan penilaian kami salah. Tapi kami menangkap kesan seperti itu. Pertanyaannya, apakah semua ini riil atau ini keadaan yang dibuat-buat?” ucapnya.(ara/jpnn)

BACA JUGA: PDIP Tantang SBY Buktikan Pemilu Bersih dari Kecurangan

BACA ARTIKEL LAINNYA... Digarap Kejaksaan, Tersangka Korupsi di KY Bungkam


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler