Bersitegang dengan Bupati Tapteng, Gubernur Sumut Singgung Soal Anak Durhaka

Kamis, 19 Desember 2019 – 16:39 WIB
Edy Rahmayadi Foto - IG/Edy Rahmayadi

jpnn.com, MEDAN - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi akhirnya angkat bicara terkait kurang harmonisnya hubungannya dengan Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Bakhtiar Ahmad Sibarani.

Edy mengibaratkan dirinya sebagai bapak dari para pimpinan di kabupaten kota, yang sejatinya harus dipatuhi.

BACA JUGA: Berita Duka, Dua Prajurit TNI Meninggal Dunia Saat Bertugas di Papua

Ini terkait bantahan Bakhtiar atas komentar mantan Ketua Umum PSSI itu yang menyebut Bakhtiar tak sayang rakyat Tapteng.

“Saya kan bapaknya. Kalau anak, melawan bapaknya, berarti durhaka. Saya katakan kalau orang tua dilawan anaknya, berarti anaknya durhaka,” tegasnya usai mengikuti Apel Kesiapsiagaan Natal dan Tahun Baru, di Lapangan Benteng Medan, Kamis (19/12) pagi.

BACA JUGA: Brigpol Hendra Saut Gugur di Papua, Sang Ibu Ungkap Permintaan Terakhir Almarhum

Edy menyebut, semua kepala daerah harus serius membangun daerahnya. “Ini untuk membangun Sumut. Bukan untuk lawak-lawak,” tandasnya.

Kasus ini berawal saat Edy ingin jadi Gubernur Sumut tahun 2018 dan kampanye bersama relawan ke Tapteng. “Begitu saya masuk ke sana, orang miskin semua. Enggak jadi saya kampanye,” kata Edy di Aula Raja Inal Siregar kantor Gubernur, Jalan Pangeran Diponegoro, Medan, Selasa (17/12).

BACA JUGA: Gubernur Sumut Edy Geram Atas Teror Bom Bunuh Diri di Mapolrestabes Medan

Edy pun lantas menyinggung kinerja Bakhtiar. “Akhirnya saya sekarang mau balik ke Tapanuli Tengah sana, eh bupatinya begitu. Tak cocok jadi bupati, gimana tak miskin rakyatnya? Tak ada sayangnya sama rakyat, kok ia jadi pemimpin?” tukasnya.

“Memang saya tidak mau bantu bupati selama bupatinya dia (Bakhtiar), karena dia tidak sayang sama rakyat, saya akan turun langsung tanpa Bupati,” ujar Edy kepada wartawan di aula rumah dinas, Medan, Rabu (18/12).

Edy juga menyinggung Bakhtiar yang tidak pernah hadir di kegiatan yang diundang dirinya. “Tidak ada konflik, saya kan gubernurnya. Anak tidak boleh konflik sama ayahnya. Tetapi, setiap saya panggil saya undang untuk membicarakan pembangunan tidak pernah datang,” jelasnya.

Diungkapkanya sudah satu tahun lebih mengundang Bakhtiar dalam berbagai acara namun tidak pernah hadir. “Bayangkan kalau anda tidak pernah datang ke tempat orang tua anda, jangankan dapat sesuatu, doa pun tidak dikabulkan oleh Tuhan,” ucap Edy.

Bakhtiar Ahmad Sibarani langsung membantah soal dirinya tak sayang rakyatnya. “Gubernur kalau bicara harus sesuai data, jangan karena sentimen terhadap saya,” kata Bakhtiar saat dihubungi, Rabu (18/12).

Dia juga mempersilakan Edy membuat survei. “Silakan buat survei, apa yang dilakukan Gubernur untuk Sumatera Utara, dan apa yang saya lakukan untuk Tapanuli Tengah,” tegasnya.

“Di Tapanuli Tengah kami sudah berbenah, silakan dicek, infrastruktur sudah kami bangun. Rumah sakit sudah kami bangun, bahkan yang menjaga pasien sakit diberi makan tiga kali sehari secara gratis. Saya yakin Provinsi Sumatera Utara belum melakukan ini,” jelas Bakhtiar.

Bakhtiar juga mengkritik balik Edy. Bakhtiar meminta Edy memberi arahan bukan sekadar marah-marah.

“Saya selaku Bupati membutuhkan arahan bukan cakap-cakap saja, bukan marah-marah saja tetapi solusi. Bupati, wali kota membutuhkan solusi percepatan pembangunan, bukan marah-marah, bukan cakap-cakap saja,” kata Bakhtiar.

Soal undangan Edy, Bakhtiar enggan datang karena hanya bersifat seremonial. “Saya masih mengurus rakyat saya. Terkait apa? Hanya pemberian DIPA (daftar isian pelaksanaan anggaran), kalau pemberian DIPA-nya saya dipanggil, DIPA itu otomatis masuk.”

BACA JUGA: Brigpol Hendra Saut Gugur di Papua, Sang Ibu Ungkap Permintaan Terakhir Almarhum

“Daripada saya habis ongkos ke sana. Kecuali ada bantuan provinsi ke Tapanuli Tengah, pasti saya datang. Silakan buka APBD, sampai sekarang tidak ada bantuan keuangan provinsi ke kabupaten kami dari Pak Edy. Jadi ngapain saya datang kalau cuma dengar pidato, cakap-cakap,” tuturnya.(nin)

Jokowi Bolehkan Ekspor benih lobster? :

 


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler