BI Berencana Buat Rupiah Digital, CEO Indodax Merespons Begini

Jumat, 26 Februari 2021 – 20:48 WIB
CEO INDODAX Oscar Darmawan. Foto dok INDODAX

jpnn.com, JAKARTA - Bank Indonesia berencana membuat rupiah digital atau central bank digital currency.

Hal ini untuk mendukung langkah untuk membesarkan ekosistem digitalisasi di Indonesia.

BACA JUGA: Potensi Kredit UMKM Masih Besar, Saatnya Bank Ambil Peluang

CEO Indodax Oscar Darmawan menilai langkah tersebut sangat baik. Menurutnya, ini bisa menjadi langkah untuk meningkatkan dan membesarkan sistem keuangan digital.

“Jika nantinya BI membuat Mata uang digital justru malah baik. Karena bisa ikut membesarkan ekosistem digital. Karena prinsipnya, digitalisasi hadir sebagai solusi atas permasalahan yang selama ini terjadi. Dalam hal ini, digitalisasi akan bisa menyempurnakan ekosistem finansial,” sebut Oscar Darmawan, Jumat (26/2).

BACA JUGA: Kendalikan Jumlah Konsumsi Tembakau, Pengawasan Harga Rokok Penting Dilakukan

Menurutnya, pemerintah mengembangkan sistem keuangan digital yang dapat dijangkau dengan mudah oleh siapa saja, merupakan langkah yang sangat baik.

Implementasi ini akan mengedepankan prinsip efisiensi, transparan dan keamanan transaksi.

BACA JUGA: Gading Marten Terlalu Baik, Astrid Tiar Sengaja Cari Ribut

Oscar juga meyakini central bank digital currency hadir untuk meningkatkan literasi keuangan digital.

“Jadi, kita tidak ketinggalan dengan negara lain di bidang mata uang digital,” serunya.

Dalam penerapannya nanti, pemerintah Indonesia juga bisa mempertimbangkan mengadopsi sistem blockchain.

Menurutnya, sistem blockchain diyakini bisa menjadi solusi yang lebih efisien, lebih transparan dan lebih aman, sebagaimana keunggulan yang dihadirkan sistem itu.

Oscar juga menyebut, Bitcoin dan aset kripto tentu berbeda dengan fungsi mata uang digital yang akan dikeluarkan oleh Bank Indonesia.

Secara fundamental dan utilitas atau kegunaan, digital currency yang akan dikeluarkan nanti juga berbeda dengan kripto.

Menurut Oscar, kebijakan pembuatan mata uang digital tersebut tidak akan mengganggu lini bisnis dari pengembang atau developer Bitcoin, seperti Indodax.

"Bitcoin bukan alat pembayaran di Indonesia. Tetapi, Bitcoin dan kripto kami hadirkan sebagai aset atau komoditas untuk investasi atau trading, dan adanya rupiah digital ini justru akan mempermudah para trader kripto untuk bertransaksi karena sama-sama digital," tegas Oscar.(chi/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kelancaran Konektivitas Kawasan 3TP Terus jadi Perhatian Kemenhub


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler