BI Dorong Industri Pengolahan dan Pariwisata

Kamis, 12 Juli 2018 – 01:28 WIB
Wisatawan di Kakaban. Foto: Berau Post/JPNN

jpnn.com, SAMARINDA - Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Timur Muhamad Nur mengatakan, akselerasi pertumbuhan ekonomi Benua Etam pada triwulan pertama 2018 didorong oleh peningkatan kinerja lapangan usaha industri pengolahan.

Dampak positif itu terjadi karena adanya peningkatan kapasitas produksi lifting pada salah satu blok gas wilayah Kaltim sehingga mendorong pasokan gas.

BACA JUGA: Kunjungan Wisman Turun 7,65 Persen

“Lapangan usaha utama lainnya juga tumbuh, seperti pertanian, konstruksi, perdagangan, dan transportasi. Hal itu memberikan andil pertumbuhan positif terhadap ekonomi Kaltim triwulan pertama 2018,” ujar Nur, Selasa (10/7).

Di sisi pengeluaran, kinerja pembentukan modal tetap bruto (PMTB) yang tumbuh positif didorong oleh investasi bangunan yang bersumber dari pemerintah daerah.

BACA JUGA: Industri Pariwisata Makin Bergairah, Asita Kaltim Tancap Gas

Pada triwulan pertama 2018, konsumsi pemerintah juga mengalami akselerasi  yang dipengaruhi oleh aktivitas pemilihan kepala daerah (pilkada) di Kaltim yang sejalan dengan peningkatan PMTB.

Sementara itu, kinerja konsumsi rumah tangga juga tetap positif dan memberikan andil pertumbuhan sebesar 0,4 persen (yoy) terhadap ekonomi Kaltim.

BACA JUGA: April, Tren Kunjungan Wisman ke Indonesia Salip Thailand

Di sisi lain, tingginya curah hujan dan penurunan permintaan dari India berdampak terkontraksinya kinerja perdagangan luar negeri Kaltim.

Dengan demikian, terjadi penurunan kinerja lapangan usaha utama pada triwulan pertama 2018, yaitu sektor pertambangan.

“Triwulan kedua 2018 peningkatannya lebih baik. Sebab, peningkatan kinerja industri pengolahan dan perbaikan lapangan usaha utama masih berlanjut. Jadi, faktor pendorong ekonomi Kaltim,” beber Nur.

Nur menegaskan, pihaknya akan terus mengamati berbagai indikator makroekonomi global, nasional dan regional.

Selain itu, juga memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi dengan tetap menjaga stabilitas makroekonomi.

“Dengan stabilitas makroekonomi yang terjaga, perekonomian Kaltim akan dapat tumbuh pada tingkat yang lebih tinggi secara berkesinambungan,” kata Nur.

Dia menambahkan, sektor industri pengolahan dan pariwisata akan terus didorong.

Sebab, sektor ini diproyeksikan sebagai sumber alternatif,yang diperkirakan paling potensial dan akan dominan sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru di Kaltim. (nan/ndu/k15)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Genjot Pariwisata, Jatim Dorong Optimalisasi Bandara


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler