Biar Gak Ribut, Polisi Tutup 7 Ribu Akun Penyebar Hoaks

Rabu, 20 Maret 2019 – 12:53 WIB
Ilustrasi melawan hoaks. Grafis: Rahayuning Putri Utami/JPNN.com

jpnn.com, SURABAYA - Intensitas penyebaran hoaks dan disinformasi menjelang pelaksanaan pemilihan presiden semakin tinggi. Tim Siber Polda Jatim pun melakukan upaya represif dengan menutup 7 ribu akun yang ditengarai memuat konten negatif.

Akun-akun yang ditutup itu hobi mengunggah konten-konten yang meresahkan. ''Isinya membahayakan. Berpotensi menimbulkan perpecahan masyarakat,'' ujar Kabidhumas Polda Jatim Kombespol Frans Barung Mangera.

BACA JUGA: Wujudkan Indonesia Emas, Polri Ajak Milenial Perangi Hoaks

BACA JUGA : Penyebar Foto Panas Bidan Itu Akhirnya Tertangkap, Ngakunya Pegawai Kejaksaan

 

BACA JUGA: Timses Prabowo - Sandi Hanya Modal Gertak dan Hoaks, Jarang Bergerak

Menurut dia, kebanyakan konten tersebut terkait isu politik. ''Salah satunya ada yang menyebut 10 juta DPT dari Tiongkok,'' tambahnya.

Selain isu politik, akun-akun yang ditutup itu sering menyebarkan disinformasi seputar bencana di Indonesia. Sayangnya, Barung tidak bisa memerinci detail akun-akun yang sudah ditutup tersebut.

BACA JUGA: Azrul Tanjung Serukan Jihad Lawan Fitnah dan Hoaks

''Jumlahnya sangat fluktuatif. Tapi, 7 ribu akun itu sebagian besar terkait politik,'' katanya.

BACA JUGA : Reaksi Polri Atas Postingan Akun @Opposite6890 soal Mengorganisasi Buzzer Politik

Kasubdit V Cyber Crime Polda Jatim AKBP Harissandi menambahkan, saat ini timnya terus menyisir timeline sejumlah media sosial.

Menurut dia, para penyebar hoax di media sosial sekarang semakin pintar menyamar. ''Agar memikat orang, biasanya menggunakan wajah perempuan cantik,'' katanya.

Tim Jawa Pos Clearing House of Information selama ini juga banyak membongkar hoax atau disinformasi seputar informasi di Jawa Timur.

BACA JUGA : Akun Instagram Komik Muslim Gay Akhirnya Diblokir

 

Dari database Jawa Pos, kebanyakan hoaks yang terkait Jatim seputar bencana alam atau peristiwa tertentu. Misalnya, kejadian sebuah mobil Avanza yang masuk ke area makam di Pasuruan.

Kejadian itu cukup viral. Foto terkait peristiwa tersebut menyebar di berbagai platform media sosial. Kejadian itu dikaitkan dengan hal mistis.

Seolah mobil tiba-tiba ada di dalam area pemakaman tanpa ada penyebabnya. Faktanya, mobil itu mengalami kecelakaan. Ada pula video yang berisi kecelakaan beruntun di Pasuruan. Padahal, faktanya di Vietnam.

BACA JUGA : Instagram Bantah Telah Memblokir Akun Komik Muslim Gay, Kok Bisa?

Sementara itu, yang berkaitan dengan politik, ada informasi keliru tentang pengurusan surat pindah memilih di KPU Kota Surabaya. Dalam pesan yang beredar disebutkan bahwa warga negara Tiongkok berbondong-bondong mengurus surat pindah memilih ke KPU Kota Surabaya.

Faktanya, yang mengurus surat pindah memilih bukan warga Tiongkok. (den/zam/c15/gun/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Sebar Hoaks Tentang Jokowi - Maruf di Ceramah, Ustaz Ini Ditangkap Polisi


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler