Biaya Logistik Indonesia Tertinggi Di Dunia, Pengusaha Minta Hal Ini Pada Pemerintah

Rabu, 21 Oktober 2015 – 20:57 WIB
ilustrasi

jpnn.com - JAKARTA – Kalangan pengusaha industri logistik berharap pemerintah serius meningkatkan kualitas infrastruktur jalan maupun pelabuhan. Tujuannya agar bisa menekan biaya logistik, yang saat ini mencapai 24 persen dari total produk domestik bruto (PDB) senilai Rp1.820 triliun per tahun.

CEO PT Kamadjaja Logistics Ivan Kamadjaja mengatakan, ketersediaan infrastruktur yang baik jika dipadukan dengan inovasi logistik yang terintegrasi, maka bisa menekan biaya.

BACA JUGA: Paru-paru Penuh Asap, Bocah 9 Tahun Meninggal di Riau

"Saya yakin biaya logistik bisa ditekan. Kami terus berinovasi untuk menciptakan biaya logistik yang murah. Ini penting agar bisa mendorong aktivitas perdagangan di Indonesia,” ujar Ivan Kamadjaja di sela pembukaan Trade Expo Indonesia (TEI) 2015 yang digelar Kementerian Perdagangan di Jakarta, Rabu (21/10).

Ivan menambahkan, kunci utama penurunan biaya logistik terletak pada ketersediaan infrastruktur yang berkualitas dan terkelola dengan baik. Selain itu, kata Ivan, penurunan biaya logistik bisa dilakukan melalui penghapusan biaya administrasi.

BACA JUGA: KPK Bebaskan Dua Orang yang Terjerat OTT Dalam Kasus Dewie Yasin Limpo

Terlebih saat ini biaya logistik di Indonesia terhitung paling tinggi dibanding negara lain. Dimana Malaysia hanya 15 persen. Sedangkan Amerika Serikat dan Jepang hanya berkisar 10 persen.
 
“Terus terang, biaya logistik di Indonesia adalah yang paling tinggi di dunia. Penurunan biaya logistik dapat dicapai melalui solusi logistik terintegrasi. Sistem ini bisa meningkatkan produktivitas perusahaan antara 50-90 persen. Jika ada efisiensi, tentu volume perdagangan meningkat dan makin kompetitif," tandasnya. (chi/jpnn)

BACA JUGA: Nah Lo...Polri Ralat Status Anak Usaha Sinar Mas Group dalam Kasus Karhutla

BACA ARTIKEL LAINNYA... Hati-hati! Pansus Pelindo Rawan Politisasi, Sama dengan Century


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler