Biaya Proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Besar Banget

Kamis, 14 Desember 2017 – 08:22 WIB
Budi Karya Sumadi. Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Hampir dipastikan, jalur kereta cepat Surabaya-Jakarta menggunakan rel jenis Narrow Gauge berukuran 1.067 milimeter, yang menelan biaya sekitar Rp 51 triliun.

Pada tahap awal akan dibangun terlebih jalur Jakarta-Semarang di jalur eksisting.

BACA JUGA: KA Cepat Jakarta - Surabaya Butuh Dana Rp 51 Triliun

Sore kemarin (13/12), Wakil Presiden Jusuf Kalla bertemu dengan Duta Besar Jepang untuk Indonesia Masafumi Ishii.

Selain itu tiga menteri juga ikut menemani. Yakni Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumaahn Rakyat Basuki Hadimuljono, dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro.

BACA JUGA: 4 Opsi Jalur Kereta Cepat Surabaya-Jakarta Dibahas Lagi

Pertemuan tertutup di kantor Wakil Presiden itu berlangsung hampir dua jam.

Menhub Budi Karya Sumadi menuturkan alternatif yang dipilih adalah tetap menggunakan narrow gauge yang dilakukan secara bertahap terlebih dahulu.

BACA JUGA: Proyek KA Cepat, Trek Jakarta-Semarang Kelar 2020

Pada tahap awal akan dibangun Jakarta-Semarang. Jadi jalur utara kelak akan punya tiga jalur. Yakni double track yang telah ada ditambah satu jalur baru dengan rel narrow gauge.

”Pada saat selesai Jakarta-Semarang, kereta itu sudah bisa sampai Solo, Surabaya,” ujar dia kemarin (13/12).

Dia menuturkan Wapres JK menggariskan proyek kereta cepat itu tetap bisa di bawah enam jam. Tapi dengan harga lebih murah dengan estimasi biaya Rp 51 triliun.

Meskipun begitu, pemerintah baru akan melaksanakan ground breaking pada 2019. Dalam setahun menuju rencana ground breaking itu berbagai persiapan teknis akan dimatangkan temasuk pendanaan.

Bambang Brodjonegoro menuturkan skema pinjaman lunak dengan bunga murah. Tenor pengembalian diperkirakan sampai 40 tahun.

”Masih harus nego financingnya, apakah PPP atau TOD untuk mengurangi beban pinjaman,” ujar Bambang.

Selain itu, pemerintah juga sedang merampungkan studi kelayakan proyek kereta cepat itu. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Budi Karya Sumadi menuturkan ditargekan pada April tahun depan.

”Tinggal setahun kan, April nantikan selesai FS (feasibility studi), langsung desain, langsung urusan,” ungkap dia. (jun)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Warga Bekasi Pertanyakan Regulasi Pembangunan Kereta Cepat


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler