Bicara di Dialog KADIN, Ganjar Tawarkan Ide Kepastian Hukum & Hilangkan Monopoli BUMN

Kamis, 11 Januari 2024 – 22:02 WIB
Capres bernomor urut 3 di Pilpres 2024 Ganjar Pranowo memaparan visi, misi, dan programnya dalam dialog bertitel ‘Menuju Indonesia Emas’ yang digelar Kamar Dagang dan Industri (KADIN) di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Kamis (11/1/2024). Foto: supplied

jpnn.com, JAKARTA - Capres bernomor urut 3 di Pilpres 2024 Ganjar Pranowo memaparkan visi dan misinya di bidang ekonomi pada dialog bertitel ‘Menuju Indonesia Emas 2045’ yang digelar Kamar Dagang dan Industri (KADIN) di Jakarta Pusat, Kamis (11/1/2024).

Dalam dialog di Djakarta Theater itu, Ganjar menjelaskan idenya tentang pembangunan ekonomi untuk membawa Indonesia menjadi negara maju.

BACA JUGA: Hati-hati! Ganjar-Mahfud Bakal Menjadi Peluru Tak Terkendali Melibas Pelaku Korupsi

Ganjar menuturkan hal pertama yang menjadi prioritasnya jika kelak menjadi presiden ialah penegakan dan kepastian hukum.

Gubernur Jawa Tengah periode 2013-2018 dan 2018-2023 itu menegaskan penegakan dan kepastian hukum penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 7 persen.

BACA JUGA: Tolak Ajakan Prabowo Bahas Data Pertahanan, Ganjar: Kalau Tidak Siap, Jangan Berdebat

Capres yang didukung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Hanura, dan Partai Perindo, itu mencontohkan korupsi di sektor perpajakan yang menyebabkan negara kehilangan pendapatan.

"Soal pajak, misalnya, beberapa kasus kemarin memukul kita semua dan membuat kepercayaan masyarakat turun. Maka ini tidak boleh terjadi lagi. Penegakan hukum harus ditegakkan," ujar Ganjar.

BACA JUGA: Ganjar Beber Jurus Penguatan Ekonomi Kreatif Lewat APBN dan Non-APBN

Menurut Ganjar, penegakan hukum juga demi kepastian hukum. Alumnus Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta itu mengatakan banyak pengusaha yang merasa dikejar-kejar urusan pajak meski sudah membayarnya dengan benar.

"Kita memang harus mengoptimalkan pajak, tetapi tidak boleh memeras. Kalau dia sudah bayar pajak, ya, sudah, jangan dikejar-kejar terus dan dicari-cari kesalahannya,” imbuhnya.

Oleh karena itu, Ganjar menggulirkan idenya tentang aplikasi super atau super-apps untuk memudahkan sistem pelaporan.

“Kalau kami nanti jadi presiden, kami buatkan super apps dan kalau bapak ibu merasa diperas, laporkan biar langsung ditangani presiden," tutur capres yang berpasangan dengan Mahfud Md itu.

Adapun ide kedua dari Ganjar ialah menumbuhkan iklim usaha yang kondusif. Mantan pimpinan Komisi II DPR itu mengatakan tidak boleh ada monopoli usaha oleh BUMN, sehingga swasta pun bisa terlibat.

"BUMN boleh punya anak perusahaan, tetapi tidak boleh punya cucu, cicit bahkan canggah. Kan, kalau begitu, swasta tidak punya peran. Ini (menumbuhkan ekonomi, red) butuh kolaborasi. Kalau di salah satu sektor swasta sudah muncul, ya BUMN tidak usah terlibat. Kita harus berikan proporsi pada swasta," ucapnya.

Para pengurus dan anggota Kadin yang hadir pada diskusi itu pun berkali-kalu membrikan aplaus atas ide-ide Ganjar.

Salah seorang anggota Kadin, David, menyebut ide-ide yang ditawarkan Ganjar memang menjadi harapan para pengusaha.

"Terlihat bagaimana antusias dan puasnya teman-teman pengusaha dengan visi dan misi Pak Ganjar. Itu bukti bahwa Pak Ganjar menjadi harapan kami," ujad David.

Pengusaha lainnya, Singgih, menilai ide Ganjar sangat pas untuk membuat Indonesia makin maju dan perekonomian tumbuh pesat.

"Beliau sangat mengerti dan kami menilai beliau yang terbaik bagi Indonesia," ucap Singgih.(jpnn.com)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ganjar Beri Catatan Penting Penegakan Hukum di Indonesia, Ada soal MK


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler