Bikin Ngiler...Pesta Durian Merah, Gratis

Minggu, 08 Maret 2015 – 06:56 WIB
Salah satu tim penilai menunjukkan varietas durian merah yang telah disilangkan dengan durian lokal di Rumah Makan Pondok Indah, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, Sabtu (7/3). Foto: Galih Cokro/Jawa Pos Radar Banyuwangi

jpnn.com - PESTA durian dari berbagai jenis berlangsung di Rumah Makan Pondok Indah, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, Sabtu (7/3). Seluruh durian itu disajikan gratis di acara diskusi terbuka tentang durian merah asal Banyuwangi.

Bukan hanya durian lokal berbuah kuning, beberapa varietas durian merah turut disajikan. Buah-buah tersebut dijajar di atas meja.

BACA JUGA: Kebaya, Pancaran Kecantikan Wanita Indonesia

Durian merah itu kemudian menjadi tester yang dicicipi beberapa penguji dari komunitas hortikultura dan perwakilan Kementerian Pertanian (Kementan).

Setelah acara dimulai dengan pengenalan durian merah oleh beberapa pakar, para pencinta durian (durian lovers) yang tidak sabar langsung menyerbu buah berduri tersebut.

BACA JUGA: Cerita Haji Lulung dan Batu Akiknya

Para pencinta dari berbagai macam usia itu memilih durian dengan cara masing-masing. Sebagian yang mengetahui durian bagus langsung mengambil dan membukanya.

Para pencinta yang datang dari Medan, Jakarta, maupun Malaysia dan Brunei lebih memilih mencicipi durian merah. Meski tidak bisa mencoba banyak karena jumlahnya terbatas, mereka mengaku puas dengan durian merah yang dihidangkan.

BACA JUGA: Ini Beda Migrain dengan Sakit Kepala Klaster

”Rasanya enak. Warna dagingnya unik dan tidak terlalu tajam. Tetapi, kalau mau laku diekspor, harus lebih pahit,” kata Abdul Aziz, pencinta durian asal Malaysia.

Sementara itu, Eko Mulyanto, ketua Pusat Penelitian dan Pengembangan Durian Merah Banyuwangi, mengatakan bahwa diskusi tersebut diadakan untuk menyamakan persepsi dari komunitas pencinta durian nasional dan internasional.

Dengan kehadiran pemerintah, pelaku usaha, pemerhati, ahli durian, dan para petani, Eko berharap durian merah asal Banyuwangi bisa dikenal luas sebelum benar-benar dilepas ke luar.

Para ahli dan pencinta durian dari berbagai wilayah pun diberi kesempatan mencicipi lebih dari sepuluh varietas durian merah asal Banyuwangi. ”Ada 65 varietas yang kami miliki. Sebelum dilepas, kami juga akan menanam 15.000 bibit sampai akhir Desember 2015. Maksudnya adalah membangun blok fondasi bahwa durian merah ini memang dari Banyuwangi,” jelasnya.

Lutfi Bansir, pakar pada Durian Research Centre(DRC) Universitas Kalimantan Utara, mengatakan bahwa durian merah di Banyuwangi merupakan produk asli. Dia menuturkan, warna eksotis daging durian tersebut berasal dari durian lokal yang mengalami persilangan alami dengan durian merah dari Kalimantan.

”Kalau bisa, dibuat dagingnya lebih tebal dan dikembangkan lebih baik. Pasti bisa menembus pasar mancanegara,” katanya.       

Keunikan durian merah asal Banyuwangi juga menarik Kementan. Sri Wijayanti, direktur Pembenihan Hortikultura Kementan, menilai durian merah tersebut saat ini sudah layak dikomersialkan secara internasional.

Namun, sebelumnya diperlukan langkah pendaftaran varietas dan indikasi geografis (IG) ke Kementan untuk menjamin kualitas buah dan hak paten milik Banyuwangi.

Pihaknya akan memilih 5 varietas terbaik di antara 65 varietas yang ada untuk selanjutnya didaftarkan.

”Durian ini sudah memenuhi syarat komersial. Warnanya menarik, dagingnya ada, dan rasanya luar biasa. Nanti, siapa pun dan di mana pun menanamnya, orang harus menyebut durian Banyuwangi,” ucapnya. (fre/JPNN/c11/dwi)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Anak Dipaksa Ikut Beragam Kursus, Salahkah?


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler