Blatter Bentuk Komite Solusi

Jumat, 03 Juni 2011 – 20:18 WIB
ZURICH - Sepp Blatter membuat gebrakan pertamanya setelah terpilih kembali sebagai presiden FIFAYakni, membentuk sebuah badan baru sebagai bagian dari upaya menangani kasus suap yang mencoreng reputasi FIFA

BACA JUGA: Lepas Wim, Muncul Dua Kandidat

Komite itu bernama komite solusi.

Komite solusi akan bertindak sebagai pengawas umum dalam kasus-kasus di FIFA
Adanya komite solusi sekaligus menjadi semacam filter bagi Komite Etik FIFA

BACA JUGA: Ujian Ketabahan dan Konsistensi Lorenzo

Sebelumnya, komite etik dianggap terlalu dominan karena selain melakukan investigasi juga mengambil keputusan akhir.

Sebut saja keputusan yang membebaskan Blatter dari keterlibatan kasus suap yang menimpa Mohammed bin Hammam dan Jack Warner
Hammam yang sebelumnya menjabat presiden Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) dan Warner yang wakil presiden FIFA itu kemudian dikenakan skors selama kasusnya masih dalam penyelidikan lebih lanjut.

Dengan Hammam terkena skors, Blatter menjadi satu-satunya calon tunggal dalam agenda pemilihan presiden (pilpres) di Kongres FIFA ke-61 yang berakhir kemarin dini WIB (2/6)

BACA JUGA: Sanksi Degradasi PSM Belum Dihapus

Blatter pun terpilih secara aklamasi atau untuk periode keempat yang sekaligus periode terakhirnya.

Dari 206 delegasi yang mengikuti pilpres, 186 di antaranya memilih Blatter, 17 abstain, dan tiga kertas suara dinyatakan rusak atau tidak sah"Saya ingin kongres mengetahui dan memahami bahwa kami berada dalam situasi yang membutuhkan tidak hanya kata-kata, melainkan tindakan," kata Blatter kepada AFP.

"Saya bukan perenang terbaik, tapi saya akan membawa perahu ini (FIFA) berlabuh dengan aman," tambah pria 75 tahun Swiss itu.

Selain komite solusi, langkah lain yang diambil Blatter adalah sesuai dengan yang diungkapkannya sebelum pilpresYakni, mengurangi kekuasan Komite Eksekutif FIFA dalam pengambilan berbagai keputusan pentingSalah satunya proses pemilihan tuan rumah Piala Dunia.

Jika sebelumnya tuan rumah dipilih komite eksekutif yang terdiri dari 24 anggota termasuk presiden FIFA, maka ke depannya akan dipilih oleh semua negara anggota FIFA (208 anggota)Sebagai pemimpin yang mengayomi anggotanya, Blatter juga tidak akan dendam terhadap anggota yang.

Itu tentu saja ditujukan kepada FA (Federasi Sepak Bola Inggris) yang terang-terangan tidak mendukung kepemimpinan BlatterSelain memilih abstain, FA memelopori penundaan pilpesWakil Presiden FIFA Julio Grondona mengatakan apabila FA rentan terisolasi karena track record yang kerap kontra kepada FIFA sejak 1974.

"Saya tidak pernah memiliki prasangka buruk terhadap anggota yang melawan sayaBagi saya, 186 suara maupun sisanya tetap bisa berjalan bersama ke depannya," ujar Blatter.

Di sisi lain, janji Blatter untuk menjadikan FIFA sebagai lembaga yang transparan dan akuntabel juga mendapat respons dari Asosiasi Klub Eropa (ECA)Sudah menjadi rahasia umum apabila ECA masih mempermasalahkan pemilihan waktu agenda uji coba internasional yang terkadang merugikan klub karena kehilangan pemain utamanya seiring kewajiban membela negara(dns/ito/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Santos Rebut Tiket Final Libertadores


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler