BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem, Waspadalah!

Senin, 26 Februari 2018 – 09:04 WIB
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Ilustrasi: dokumen JPNN.Com

jpnn.com, JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan adanya kemungkinan bencana hidrometeorologi akan meningkat. Curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat bakal melanda berbagai wilayah dalam beberapa hari ke depan.

Wilayah Jawa Timur akan mengalami hujan lebat mulai Senin (26/2) ini. Yang patut waspada adalah sekitaran hulu sungai Bengawan Solo, dan Sungai Brantas. Serta beberapa wilayah kabupaten seperti Kediri, Malang, Lumajang, Bondowoso, sekitar puncak dan lereng gunung raung, serta sebagian wilayah Kabupaten Banyuwangi.

BACA JUGA: Cuaca Ekstrem Ancam Target Produksi Beras

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengungkapkan, tengah terjadi fenomena belokan dan pertemuan angin yang menyebabkan pertumbuhan awan hujan yang cukup intensif.

Dalam prediksi cuaca awal tahun ini, kata Dwikorita, puncak musim hujan bulan Februari akan dialami oleh daerah Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Lombok. ”Ini peringatan dini cuaca ekstrem, curah hujan bisa mencapai di atas 50 milimeter/hari,” katanya.

BACA JUGA: Bamsoet Minta BMKG Terus Sebar Info Cuaca Ekstrem

Curah hujan akan merata di 20 provinsi di Indonesia mulai Aceh hingga Papua Barat selama seminggu ke depan. Curah hujan ekstrem akan dialami oleh wilayah Pantai Barat Sumatera Utara terus ke selatan hingga Lampung, sekitar Selat Sunda, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara.

Sementara curah hujan yang relatif rendah jatuh di Aceh, Sumut, Riau, Sumbar, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Tengah, Selatan, hingga Timur.

BACA JUGA: Jalur Jakarta-Puncak Ditutup Akibat Longsor

Dwikorita menambahkan, akibat curah hujan yang rendah ini, potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akan meningkat. Daerah yang mudah terbakar di antaranya Sumut, Riau, Jambi, Kalimantan Timur dan Utara. ”Dalam prediksi kami, satu hingga empat hari ke depan, daerah-dearah tersebut berpotensi sangat mudah terbakar,” katanya.

Selain itu, Dwikorita mengatakan kondisi pasang air laut ekstrem akan terjadi sekitara pukul 17.00 hingga 23.00 WIB. Kapal-kapal berukuran kecil sangat rentan terhadap gelombang laut tinggi dan angin kencang. (tau)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Cuaca Buruk, Penyeberangan di Ketapang Ditutup Sementara


Redaktur & Reporter : Adek

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler