BNI 46 Akhirnya Ganti Uang 10 Nasabah yang Hilang Misterius

Minggu, 05 Agustus 2018 – 10:05 WIB
Ilustrasi BNI. Foto: Jawa Pos.Com/JPNN

jpnn.com, KARIMUN - Bank Negara Indonesia (BNI) 46 Cabang Tanjungbalai Karimun akhirnya mengganti uang 10 nasabah yang hilang secara misterius, beberapa waktu lalu.

Uang ganti rugi tersebut dibayar saat korban melapor ke pihak BNI di Karimun.

BACA JUGA: BNI Ajak Pengemudi Bis Transaksi Cashless

Kepala Cabang BNI 46 Tanjungbalai Karimun Irwansyah Kusuma Putra mengatakan, hingga kemarin tidak ada lagi nasabah yang melaporkan kehilangan uang di rekening.

Sehingga dia memastikan, jumlah nasabah yang kehilangan uang di rekening sebanyak 10 orang.

BACA JUGA: 62 Warga Negara Bangladesh Terlantar di Tanjungbalai Asahan

Irwansyah menegaskan, pihaknya sudah mengganti uang ke-10 nasabahnya itu. Sayang, Irwansyah tak menyebut berapa total uang nasabah yang raib itu.

"Nasabah yang kehilangan uang sudah langsung diganti pada hari itu juga. Untuk itu, sekarang sudah tidak ada lagi masalah terkait peristiwa ini," kata Irwansyah, Jumat (3/8).

BACA JUGA: Gergaji Teralis Sel, 4 Tahanan Rutan Karimun Berhasil Kabur

Diberitakan sebelumnya, Kamis (2/8) lalu BNI 46 Cabang Tanjungbalai Karimun menerima laporan dari 10 nasabahnya yang mengaku uangnya hilang dari rekening. Jumlahnya diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

Menurut Irwansah, kasus ini juga sudah dilaporkan ke pihak kepolisian. Hasil penyelidikan sementara menyebutkan, uang 10 nasabah BNI tersebut hilang karena dibobol pelaku kejahatan skimming.

"Ada yang memasang alat skimming di ATM BNI 46 yang ada di salah satu swalayan di Tanjungbalai Karimun," uangkapnya.

Terkait kasus ini, Irwansyah mengimbau para nasabahnya untuk tetap waspada. "Yang penting, tetap jaga kerahasiaan nomor pin ATM setiap kali melakukan transaksi di ATM. Kemudian, tutuplah panel tempat menekan tombol dengan tangan ketika akan mamasukkan nomor pin," ujarnya.

Kasus hilangnya uang nasabah BNI 46 di Tanjungbalai Karimun ini bukan kali pertama. Akhir 2016 lalu sedikitnya ada 70 nasabah BNI 46 yang kehilangan uang di rekening. Tak main-main, total uang yang hilang tersebut mencapai Rp 400 juta.

Ketika diselidiki, pengambilan uang secara ilegal itu dilakukan di Kuala Lumpur, Malaysia. Sehingga bisa disimpulkan pelakunya jaringan internasional yang melakukan skimming data nasabah dengan menempatkan alat tertentu di ATM untuk menyedot data nasabah.

Setelah berhasil, mereka membuat duplikat kartu ATM untuk menyedot uang nasabah yang ada di rekening. (san)

BACA ARTIKEL LAINNYA... TB Mitra Samudra 28 Dirompak, Dua Jari ABK Putus Ditebas


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler