BNI Jajaki Akusisi di Sektor Mikro

Jumat, 07 Oktober 2011 – 03:05 WIB

JAKARTA – PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) berencana mengakusisi satu perbankan yang beraset Rp 1-2 triliun, sebagai langkah persiapan untuk melakukan ekspansi usaha dan memperkuat pembiayaan mikro tahun depanSaat ini perseroan sudah mulai melakukan penjajakan dengan beberapa perbankan yang bergerak di sektor pembiayaan mikro. 

”Saat ini dari perusahaan, kami belum akan masuk ke sektor mikro, namun jika perseroan akan masuk, haruslah melalui jalur akuisisi agar tidak mulai dari awal lagi,” ujar Direktur Utama BNI Gatot M

BACA JUGA: Investor Asing Kembali Beli

Suwondo di Jakarta, Kamis (6/10).

Hanya, ia tidak merinci bank mana yang ingin diakuisisi dan berapa harga yang ditawarkan, sehingga belum ada kecocokan dari sisi harga
Gatot menjelaskan, pembiayaan sektor mikro baru akan sukses apabila didukung oleh teknologi informasi yang maju

BACA JUGA: Perbankan Indonesia Segera Panen Valas

Namun, pihaknya selama ini juga terkendala pada tidak adanya sumber daya manusia (SDM) yang tepat untuk menangani sektor pembiayaan mikro.

Sementara itu, program kredit BNI yang fokus pada industri unggulan dan industri potensial di sejumlah daerah juga terus dikembangkan
BNI saat ini telah mengidentifikasi potensi usaha dan industri di seluruh wilayah Indonesia sebagai bagian strategi bisnis dan juga mendukung arah pembangunan ekonomi

BACA JUGA: Lengkapi Kawasan BNR, Bakrieland Alokasikan Rp 8 Miliar

Gatot mengatakan, sejak beberapa waktu lalu BNI telah membentuk tim dan dipimpin oleh oleh ahli ekonomi regional di tiap kantor wilayah BNI.

Tim itu bertugas memetakan industri unggulan di masing-masing daerah, mengidentifikasi kota atau daerah yang mengalami pertumbuhan lebih cepat, dan membantu atau menjadi mitra pemerintah daerah menyelaraskan arah pembangunan.
BNI telah menetapkan delapan sektor unggulan sebagai fokus bisnis, yaitu pertanian, komunikasi, kelistrikan, perdagangan besar dan eceran, migas dan pertambangan, konstruksi, makanan minuman termasuk rokok, dan bahan kimia atau pupuk termasuk barang dari karet.

Industri unggulan di daerah-daerah yang telah diidentifikasi BNI antara lain adalah perdagangan dan perkebunan sawit- karet di Sumatera Utara, migas dan perkebunan sawit-karet di Riau, industri manufaktur di Kepulauan Riau, migas, pertambangan, dan perkebunan sawit-karet di Sumatera Selatan(lum)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Metland Kebut Pusat Belanja


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler