Bocah SD Tewas Diperkosa di Bawah Pohon Kelapa

Senin, 21 April 2014 – 09:10 WIB

jpnn.com - TOBELO - Waga Desa Togoliau Kecamatan Tobelo Barat Minggu (20/4) pagi geger. Ini setelah ditemukan anak di bawah umur yang diduga diperkosa, selanjutnya berusaha dibunuh. Korban kelas dua SD yang berinisial AS dan baru berusia 8 tahun, ditemukan Minggu (20/4) sekitar pukul 08.00 WIT, dalam keadaan sekarat tanpa busana dengan kelamin (maaf) rusak. 

Informasi yang dihimpun Malut Post (grup JPNN) menyebutkan, korban kali pertama ditemukan dua anak masing-masing Haris dan Hasrul, sekitar pukul 07.40 Wit di bawah pohon kelapa sekitar 500 meter dari rumah korban, ketika memindahkan ternak sapi. 

BACA JUGA: Video Mesum Anak Ajibarang Gegerkan Warga

Kedua anak yang berusia sekitar 8 dan 10 tahun itu kaget karena, saat akan memindahkan ternak, mereka menemukan korban terbaring tak jauh dari hewan ternak mereka. Keduanya langsung ke kampung melaporkan hal ini pada warga. 

”Yang temukan korban pertama kali cucu saya saat mau memindahkan sapi,” kata Ahmadi, tokoh masyarakat setempat.

BACA JUGA: Ingkar Janji soal Jatah Uang Pengamanan, Teman Ditusuk

Warga kemudian membawa korban ke Puskemas Bule di Desa Kusuri yang berjarak sekitar 5 kilometer dari Togoli. Setelah kurang lebih satu jam menjalani perawatan, nyawa korban tidak tertolong. Korban yang dikenal baik ini langsung dipulangkan ke rumahnya di Desa Togoli.

Asri Ali, ayah tiri korban yang ditemui di rumah duka menjelaskan, Sabtu (19/4) malam sekitar pukul 20.00, korban masih menonton televisi di rumah mereka. Karena kondisi dia dan istrinya sakit, maka terlebih dahulu beristrahat.  Namun esok pagi, anak tirinya sudah ditemukan di bawah pohon kelapa dalam keadaan telanjang dalam kondisi mengenaskan. 

BACA JUGA: Beraksi di Siang Hari, Lima Perampok Gasak Tiga Kilo Emas

”Saya tahu setelah warga memberitahu saya dan istri. Saat itu korban sudah dibawa ke Puskemas Bule. Ternyata akhirnya nyawa anak kami tidak tertolong,” ujarnya lirih.

Informasi lain, Sabtu (19/4) malam itu korban tidur terpisah dengan kedua orang tuanya. Korban diduga diambil orang tidak dikenal yang masuk melalui pintu belakang dan dibawa ke semak-semak di bawah pohon kelapa lalu diperkosa.  Malam itu juga sekitar pukul 02.00, ada warga mendengar teriakan seperti minta tolong. Hanya saja, warga menganggap itu bunyi burung. 

”Korban yang ditemukan selain dalam keadaan telanjang dan alat vital yang rusak, wajah bagian kanan dan mata kanan juga bengkak karena diduga dipukuli pelaku,” ujar beberapa warga yang ditemui. 

Atas peristiwa ini, para petinggi Polres Halut turut turun ke TKP. ”Kasus ini akan terus dikembangkan mencari tahu pelakunya,” janji Kasat Reskrim Polres Halut AKP Dhimas Prasetya di hadapan orang tua korban.

Kepala Desa Togoliau, Suyatno Idin mengaku kejadian di desanya sudah berulang kali. Namun kali ini sudah melebihi batas. Karena itu dia mengharapkan Kepolisian cepat memeroses kasus ini dan mencari pelakunya. Kasus ini katanya meresahkan masyarakat. 

”Saya minta Polres mengembangkan kasus ini. Polres juga terlebih dahulu melakukan pemeriksaan di rumah warga Togoli,” harapnya.(sam/ici)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kawanan Pencuri Cilik Bobol Kantor


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler