Bolehkah Berhubungan Badan Saat Sedang Keputihan?

Rabu, 20 Juli 2022 – 03:33 WIB
Pasangan suami istri. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com - Keputihan merupakan kondisi keluarnya cairan bening atau keputihan dari vagina. Hal ini pasti dialami wanita dan berkaitan dengan hormon kesuburan, yaitu estrogen.

Keputihan tidak selalu menjadi masalah kesehatan. Umumnya keputihan ini lebih disadari terjadi saat dua minggu menjelang masa haid, saat kehamilan, ataupun pada penggunaan pil KB hormonal.

BACA JUGA: Ketahui Penyebab Bintik di Penis, Ada yang Berbahaya Hingga Butuh Penanganan Dokter Segera

Lantas, apakah boleh berhubungan saat keputihan?

Sebenarnya cairan yang keluar saat keputihan memiliki beberapa fungsi, salah satunya sebagai pelumas ketika berhubungan intim.

Pada keadaan normal, produksi lendir keputihan berkisar antara 2-5 ml per hari.

BACA JUGA: Siapa pun Bisa Jadi Demiseksual, Kenali Penyebab dan Ciri-cirinya

Namun, saat ada rangsangan seksual, produksi lendir keputihan dapat bertambah banyak, mengingat fungsinya sebagai pelumas.

Jadi, selama keputihan yang kalian alami bersifat normal, tentu boleh saja berhubungan intim dengan pasangan.

BACA JUGA: Kakek Nyentrik Penjual Bakmi di Tangerang Ini Viral di TikTok

Sebaliknya, keputihan patologis atau tidak normal biasanya terjadi akibat infeksi bakteri, jamur, atau parasit.

Ketika cairan yang keluar dari vagina memiliki gejala tidak normal, disarankan tidak melakukan hubungan intim.

Beberapa gejala keputihan tidak normal yaitu:

  • Berbau
  • Berwarna kekuningan atau kehijauan
  • Berwarna putih dan bergumpal seperti susu basi
  • Menimbulkan keluhan gatal, nyeri, dan sebagainya

Berhubungan Saat Keputihan, Apa Efeknya bagi Pasangan?

Berhubungan seks saat keputihan normal boleh dilakukan. Efek berhubungan intim saat keputihan normal umumnya tidak ada untuk pasangan.

Sebaliknya, berhubungan saat muncul keputihan abnormal tidak disarankan. Rasa tidak nyaman dapat timbul saat berhubungan intim.

Selain itu, pasangan juga bisa tertular penyakit menular seksual (PMS) bila keputihan abnormal yang kamu alami disebabkan oleh infeksi.

Boleh saja berhubungan intim dengan pasangan, selama keputihan yang kalian alami adalah keputihan normal.

Jika ragu dengan jenis keputihan yang dialami, tak ada salahnya untuk memeriksakan diri ke dokter.

Beberapa contoh IMS atau infeksi menular seksual yang dapat menimbulkan gejala keputihan adalah gonore, trikomoniasis, dan klamidia.

Bila sudah menulari pasangan, pastinya kalian berdua harus sama-sama diobati hingga tuntas.(klikdokter)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Mengenal Lebih Jauh Tentang Demiseksual, Bukan Hanya Berhubungan Seks


Redaktur & Reporter : Yessy Artada

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler