Bongkar Prostitusi di Pelabuhan Trenggalek, Polisi Dapati Fakta Ini, Hmm

Jumat, 07 April 2023 – 23:30 WIB
Polisi membawa keluar tersangka WR bersama tersangka kasus lain keluar dari ruang tahanan menuju lokasi gelar perkara di Mapolres Trenggalek (ANTARA/HO - Humas Polres Trenggalek)

jpnn.com, TRENGGALEK - Polisi membongkar praktik prostitusi terselubung berkedok warung kopi di sekitar Pelabuhan Perikanan Nusantara Prigi Trenggalek, Jawa Timur.

Petugas mengamankan seorang muncikari dan wanita berinisial LL (36), warga Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar beserta sejumlah barang bukti.

BACA JUGA: 2 Pria dan Satu Wanita di Dalam Penginapan, Ada Alat Kontrasepsi

"Satu orang muncikari berinisial WR (35) kami amankan," kata KBO Reskrim Polres Trenggalek Iptu Hanik Setyo Budi, Jumat.

Kepada petugas, WR mengaku belum lama menjalankan bisnis esek-esek tersebut.

BACA JUGA: Terlibat Prostitusi Online, 2 WNA Ditangkap Imigrasi

Dia mengaku baru empat hari menjalankan praktik prostitusi itu dan beberapa kali mendapatkan pelanggan.

Selain menyediakan PSK, WR juga menyediakan lokasi kencan di warungnya. Dia meminta jatah tips tiap kali transaksi di warungnya.

BACA JUGA: David Korban Penganiayaan Mario Dandy Seperti Meninggal, tetapi...

"Kami amankan barang bukti uang hasil transaksi Rp 600 ribu. Tersangka dapat tips Rp 25 ribu dari Rp 150 ribu dalam tiap kali transaksi. Pengakuannya baru empat kali," ujarnya.

Hanik menambahkan sebelumnya WR merantau ke Trenggalek dan membuka warung kopi.

Praktiknya, warung kopi itu hanya menjadi kamuflase layanan plus-plus dengan memperkerjakan LL, seorang ibu rumah tangga asal Blitar.

Dia menawarkan jasa seks berbayar kepada pelanggan secara konvensional.

"Jadi, di warung itu juga menyediakan kamar untuk layanan tersebut. Jadi, LL kerja di warung itu dan WR menawarkan kepada pelanggan secara konvensional. Kalau pengakuan LL baru pertama kali melakukannya pekerjaan tersebut," tuturnya.

Praktik gelap itu terkuak setelah warga curiga perihal aktivitas tak lazim di warung tersebut.

Pasalnya, meskipun warung kopi telah tutup, warga sering melihat beberapa pelanggan pulang tengah malam bahkan menginap di warung tersebut. Hingga akhirnya praktik plus-plus itu tercium petugas.

Dikatakannya penindakan itu dilakukan setelah pihaknya mendapat pengaduan dari masyarakat.

Praktik prostitusi berkedok warung kopi ataupun rumah karaoke ditengarai banyak bermunculan di sekitar Pelabuhan Prigi, terutama saat musim panen ikan di mana banyak nelayan yang mendapat hasil tangkapan melimpah.

Untuk penertiban, terutama selama Ramadan, razia dan pengawasan rutin dilakukan untuk menjaga suasana kamtibmas tetap kondusif. (antara/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Panglima TNI: Bisa Saja Saya Menyerang KKB Secara Militer


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler