Boni Hargens Desak Pemerintah Bubarkan Saksi Yehuwa

Jumat, 27 Oktober 2017 – 17:28 WIB
Boni Hargens. Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat politik Boni Hargens mengaku tidak kaget mendengar kabar ada murid sekolah dasar (SD) di Tarakan, Kalimantan Utara, yang tidak mau menghormat pada bendera Merah Putih.

Lima murid SD itu dilarang orang tuanya yang menganut ajaran Saksi-Saksi Yehuwa.

BACA JUGA: Aliran Saksi Yehuwa Larang Hormat Bendera, Begini Ajarannya

Menurut Boni, pemeluk aliran Saksi-Saksi Yehuwa memang melarang hal tersebut.

Selain melarang menghormat pada bendera, Saksi-Saksi Yehuwa juga tak mengizinkan pemeluknya menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

BACA JUGA: Jangan Dramatisasi Murid SD Tak Hormat Bendera

"Saya sudah lama meminta pada pemerintah agar mereka dibubarkan karena anti-Pancasila. Selain itu, juga mereka menolak hormat pada bendera Merah Putih," ujar Boni kepada JPNN, Jumat (27/10).

Namun, pemerintah hingga kini tak menanggapi permintaan Boni.

BACA JUGA: Murid SD Ogah Hormat Bendera, DPR: Bukan Anti-Pancasila

Di sisi lain, Saksi-Saksi Yehuwa terdaftar di Direktorat Jenderal Bimas Kristen, Kementerian Agama (Kemenag).

"Ini anehnya kok mereka diterima. Padahal, teologi mereka berbeda. Saksi Yehuwa menolak trinita dan Ketuhanan Kristus," ucap Boni. (gir/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ini Aliran yang Melarang Murid SD Hormat pada Bendera


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler