BP-Pemko Batam Bakal Dilebur, Lukita Tuwo: Saya Siap Mundur

Senin, 17 Desember 2018 – 22:07 WIB
Kepada Badan Pengusahaan (BP) Batam Lukita D Tuwo. Foto: batampos.co.id / dalil harahap

jpnn.com, BATAM - Pemerintah pusat berencana melebur Badan Pengusahaan (BP) Batam dengan Pemko Batam agar tidak terjadi dualisme kepemimpinan di daerah industri tersebut.

Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Lukita Dinarsyah Tuwo mengaku pasrah dengan rencana pemerintah pusat tersebut.

BACA JUGA: Kadin Batam Surati Presiden Terkait Pembubaran BP Batam

Bahkan Lukita dan para deputi BP Batam siap mundur dari jabatannya jika pemerintah melanjutkan rencana tersebut.

Hal ini disampaikan Lukita di hadapan para pegawai BP Batam saat senam gabungan di lapangan parkir BP Batam, Jumat (14/12). Lukita berharap para pegawainya tetap bekerja seperti biasa, sambil menunggu kepastian dari pemerintah pusat.

BACA JUGA: ORI Ingatkan Jokowi akan Kegaduhan Pembubaran BP Batam

“Jika (merger, red) ini terealisasi, maka kami ingin bertemu teman-teman, sekalian pamitan. Untuk saat ini semangatlah bekerja,” kata Lukita, kemarin.

Lukita juga menyampaikan agar para pegawainya tidak resah karena BP Batam akan tetap ada. BP Batam tidak akan dibubarkan.

BACA JUGA: Eks Pengacara PT Bumi Asih Jaya Divonis 10 Tahun Penjara

Hanya saja, kemungkinan BP Batam akan dilebur dengan Pemko Batam sehingga jabatan kepala BP Batam akan dirangkap wali kota Batam.

“Pimpinan datang silih berganti beberapa kali. Namun apapun yang terjadi, karyawan BP Batam harus tetap profesional,” pesannya.

Menurut Lukita, saat ini pemerintah pusat tengah menyusun aturan dan payung hukum untuk memuluskan rencana penggabungan BP-Pemko Batam. Termasuk soal aturan yang membahas tentang posisi wali kota Batam yang akan rangkap jabatan karena secara ex-officio akan menjabat sebagai kepala BP Batam.

“Pemerintah pusat akan menyusun peraturan dengan mempertimbangkan berbagai ketentuan,” katanya.

Pada Kamis (13/12) malam lalu, Lukita menyampaikan akan menggelar jumpa pers di Batam pada Jumat (14/12). Namun rencana tersebut dibatalkan. Dia menjanjikan akan menggelar jumpa pers pada Senin (17/12) mendatang. Sebab kemarin Lukita harus segera ke Jakarta menemui Menko Perekonomian Darmin Nasution.

Deputi V BP Batam Bambang Purwanto juga mengaku siap jika memang harus meninggalkan jabatannya saat ini. Seperti halnya Lukita, pria yang masih aktif di institusi Polri ini mengaku pasrah dengan apapun keputusan dari pemerintah pusat menyangkut masa depan Batam dan masa depan karirnya di BP Batam.

“Saya tidak terkejut. Biasa saja. Saya ini polisi yang dipekerjakan di BP Batam. Jika suatu saat saya tak dipakai lagi, saya akan kembali ke institusi,” ucapnya.

Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad menyampaikan kemungkinan Wali Kota Muhammad Rudi akan mempunyai amanah baru menjadi Kepala BP Batam. Hal ini disampaikan Amsakar saat berziarah di Makam Zuriat Nong Isa di Nongsa, Jumat (14/12).

“Kalau itu terjadi, maka Batam akan di bawah satu kendali. Beberapa persoalan aset yang terbengkalai, InsyaAllah akan selesai,” kata Amsakar.

Demikian juga dengan persoalan kemasyarakatan yang selama ini tak bisa dijalankan karena tumpang tindih kewenangan, Amsakar menilai akan segera menemui titik terang. Dan, investor yang akan masuk Batam akan mudah karena cukup lewat satu pintu.

“Itu yang dimaksud Presiden untuk menyatukan dua institusi dalam satu kendali,” ucapnya.

Namun, Wali Kota Batam Muhammad Rudi masih enggan mengomentari pernyataan Amsakar itu. Dia juga tak mau menanggapi saat ditanya kesiapannya mengemban amanat baru itu.

“Sudah terlalu jauh nih, belum, nanti saja. Ada waktunya nanti insyaAllah, jika Allah izinkan kami akan sampaikan,” kata Rudi di lokasi yang sama. (leo/ian/iza)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pemko Batam Tunda Kegiatan Demi Bayar Gaji ke-13


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler