BPIP Dorong Pemberdayaan Masyarakat Berdasarkan Nilai Pancasila

Senin, 03 Januari 2022 – 23:56 WIB
Kepala BPIP Profesor Yudian Wahyudi dan jajarannya saat jumpa pers di kantor BPIP, Jakarta, Senin (3/1/2022). Foto: Dok. BPIP

jpnn.com, JAKARTA - Capaian kinerja maupun serapan anggaran Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menunjukkan tren positif pada tahun anggaran 2021.

BPIP akan terus membantu presiden dalam merumuskan arah kebijakan Pembinaan Ideologi Pancasila tahun depan dan juga akan berkomitmen meningkatkan pemberdayaan masyarakat.

BACA JUGA: BPIP Menyalurkan Santunan kepada Warga Terdampak Erupsi Semeru

Kepala BPIP Profesor Yudian Wahyudi mengatakan salah satu program yang akan dilakukan adalah pemberdayaan masyarakat. Hal itu bertujuan untuk mewujudkan keadilan social bagi seluruh masyarakat.

“Ke depan program dan kegiatan akan dilakuan secara berlapis, tidak hanya training Pancasila saja tetapi pemberdayaan masyarakat,” ujar Profesor Yudian saat jumpa pers di kantor BPIP, Jakarta, Senin (3/1/2022).

BACA JUGA: Menapaktilasi Soekarno, BPIP Akui Ende sebagai Rahimnya Indonesia

Dia mengakui ke depan akan selalu hadir dan memberikan bantuan kepada masyarakat yang kurang mampu bahkan menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana alam.

“Kami akan selalu hadir membantu masyarakat terdampak bencana alam,” ucap Yudian.

BACA JUGA: Gus Jazil Dorong TNI Klarifikasi Lengkap Menyikapi Polemik Jenderal Temui Habib Bahar

Pelaksana Tugas Sekretaris Utama BPIP Dr. Karjono berharap beberapa program prioritas BPIP ke depan dapat terealisasikan seperti penguatan kerja sama kementerian dan lembaga untuk merevisi Peraturan Pemerintah Nomor 57 tahun 2021 Tentang Standar Pendidikan Nasional.

“Mari kita dukung peraturan pemerintah sehingga pendidikan Pancasila dapat dilaksanakan mulai dari Pendidikan Usia Dini (PAUD) sampai ke perguruan tinggi,” ujar Yudian.

Selain penguatan Pancasila, dia juga optimistis Undang-Undang BPIP telah masuk ke program legislasi nasional atau Prolegnas prioritas tahun 2022 dan akan dibahas legislatif pada tahun ini.

“Syukur alhamdulillah tahun depan undang-undang BPIP juga telah masuk dalam prolegnas prioritas dan akan dibahas DPR tahun ini,” ujar dia.

Dia berharap penguatan kelembagaan, BPIP lebih banyak melakukan inovasi, inovasi dalam program dan kegiatan baik dalam Pembinaan Ideologi Pancasila maupun pemberdayaan masyarakat demi kemajuan bangsa dan negara.

Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP Antonius Benny Susetyo berterima kasih kepada semua pihak mitra BPIP yang sudah bergotong royong dalam membumikan nilai-nilai Pancasila.

Dia juga berharap ke depan produk-produk BPIP yang dilaksanakan lebih menyentuh kepada masyarakat.

“Dukungan publik cukup luar biasa karena gerakan pemasyarakatan Pancasila itu mulai dibawa, sehingga yang terjadi adalah role model dengan kekuatan prestasi publik misalnya ikon Pancasila,”  kata Romo Benny.

Romo Benny juga mengatakan BPIP akan membangun ekonomi Pancasila terutama lewat daerah-daerah yang sudah mampu mengaplikasikannya sehingga pemberdayaan masyarakat dapat terwujud.

Dia juga memastikan BPIP akan terus menjaga independensinya sebagai lembaga negara yaitu mengawal Ideologi Pancasila sebagai alat pemersatu bangsa, bahkan BPIP telah bekerja sama dengan penyelenggara negara dengan tujuan mencetak calon pemimpin dari tingkat daerah sampai pusat yang memiliki ideologi Pacasila.

Menurut Romo Benny, berdasarkan refleksi tahun 2021, BPIP telah mencatat sembilan kinerja yang sudah dilakukan dan menjadi proyeksi di antaranya tersususnnya draf 15 buku bahan ajar dari PAUD sampai perguruan tinggi dalam tahap uji petik dengan kementerian dan Lembaga.

Selain itu, Perpres Nomor 13 tahun 2021 tentang PIP kepada generasi muda melalui program paskibraka, penguatan kerja sama dengan kementerian Lembaga untuk merevisi PP Nomor 57 tahun 2021 terkait mata ajar pancasila, penghargaan atas kinerja meritokrasi dari KASN dan JDIH dari Kemenkumham tahun 2021.

Selain itu, masuknya RUU BPIP ke dalam Prolegnas, ditetapkannya duta Pancasila sebanyak 6.264 di tingkat nasional, provinsi, kabupaten dan kota.

Kemudian mendorong berdirinya pusat studi dan pembelajaran Pancasila di berbagai Lembaga pendidikan atau komunitas, upacara hari lahir pancasila diikuti sebanyak satu juta orang secara daring, terselenggaranya kongres santri Pencasila pertama di Indonesia yang berlokasi di Aceh.(fri/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:

BACA ARTIKEL LAINNYA... Hebat, Korps Wanita TNI AL Hadir Untuk Negeri, Nih Buktinya


Redaktur & Reporter : Friederich

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler