Brankas Hilang, Bandar Togel Bikin Sayembara Rp 25 Juta

Senin, 22 Oktober 2018 – 20:33 WIB
Kawasan Petobo Palu usai gempa. Foto: Radar Bogor

jpnn.com, PALU - Penjarahan menjadi bencana ketiga yang menimpa masyarakat Palu, Donggala, dan Sigi Sulawesi Tengah setelah tsunami dan gempa bumi.

Pencurian barang sisa guncangan itu marak terjadi lantaran tak sedikit korban dipisahkan dari harta dan bendanya. Terlebih di kawasan Petobo, yang dikenal sebagai Las Vegas-nya Kota Palu.

BACA JUGA: Tukang Becak Nyambi Jual Kupon Togel, Kena Deh

Ebus (32) kini dihadapkan dengan malam panjang. Menjadi suatu keharusan bagi warga kawasan Petobo untuk begadang di depan rumahnya usai lingkungan sekitar dibuat porak poranda.

Kini, kawasan Petobo disebutnya jauh dari kata aman. Beberapa kali tetangga satu RW yang terhindar dari tsunami lumpur kehilangan barang berharganya. Mulai dari kendaraan sepeda motor hingga barang-barang perhiasan.

BACA JUGA: Hendak Ditangkap, Bandar: Polisi, Pak?

“Meski rumah selamat, semua mengalami kerusakan. Umumnya bisa dimasuki orang lain dari luar. Jadi memang harus dijaga terus,” ujarnya kepada Radar Bogor.

Dia meyakini, para pelaku pencurian itu awalnya sekadar melakukan penjarahan terhadap barang-barang sisa bencana. Namun, karena dikenal sebagai tempat perputaran uang terbesar di Sulteng, membuat Petobo dijadikan kawasan favorit bagi aktivitas penjarahan.

BACA JUGA: Kasus Novel Baswedan jadi Sayembara Berhadiah Sepeda

Belakangan, seorang bandar togel di Petobo dikabarkan tengah melakukan sayembara untuk menemukan brankasnya yang hilang ataupun diambil penjarah. Tak tanggung-tanggung, bagi mereka yang berhasil menemukannya akan diberikan uang pengganti sebesar Rp25 juta. (fik/d)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Dua Perempuan Pimpin Geng Judi Online Omset Ratusan Juta


Redaktur & Reporter : Adek

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler