Brigadir J Terkesan Menghindar, Ferdy Sambo Bilang Tak Lazim

Kamis, 22 Desember 2022 – 23:56 WIB
Mantan Kepala Divpropam Polri Ferdy Sambo menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Selasa (13/12). Ferdy Sambo merupakan terdakwa perkara pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat. Foto: arsip JPNN.com/Ricardo

jpnn.com, JAKARTA - Jaksa penuntut umum (JPU) menghadirkan eks Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo sebagai saksi untuk terdakwa Chuck Putranto dan Baiquni Wibowo, dalam perkara perintangan penyidikan atau obstruction of justice kematian Brigadir J.

Dalam kesaksiannya, Ferdy Sambo menyebut sikap mendiang Brigadir J yang menghindar ke taman saat dirinya tiba di rumah dinas Duren Tiga, Jakarta Selatan, tidak lazim.

BACA JUGA: Satu per Satu Jaksa Tumbang, Kompak dengan Kuasa Hukum Ferdy Sambo, Hakim Tegas

Ferdy Sambo sendiri ke rumah dinas Duren Tiga pada 8 Juli 2022, tepatnya sebelum insiden penembakan yang menewaskan Brigadir J.

Semula Ketua Majelis Hakim Afrizal Hadi menanyakan keberadaan Brigadir J Yosua, saat Ferdy Sambo masuk ke rumah dinas Duren Tiga.

BACA JUGA: Sidang Ferdy Sambo: Ahli Singgung Motif Pembunuhan, Klir

Suami Putri Candrawathi itu menjawab tak melihat Brigadir J saat masuk ke dalam rumah.

Ferdy Sambo mengatakan dalam rekaman CCTV, ajudannya itu pergi ke taman.

BACA JUGA: Ahli Pidana Singgung Kasus Habib Rizieq di Sidang Ferdy Sambo, Apa Kaitannya ya?

"Kalau dari CCTV ini, dia (Brigadir J, red)  ke taman, karena mungkin tahu saya berhenti. Jadi, dia lari ke sana," kata Sambo di ruang sidang.

Alumnus Akpol 1994 itu mengatakan sikap yang ditunjukkan Brigadir J tersebut yang terkesan menghindar darinya dinilai tak wajar.

"Seharusnya tidak lazim, ya, mungkin karena dia (Brigadir J, red) sudah tahu kalau ada masalah di Magelang, setahu saya," kata Sambo.

Mendengar jawaban itu, Hakin Afrizal mempertanyakan alasan Ferdy Sambo yang tak langsung turun di depan pagar rumah dinasnya tersebut.

Ferdy Sambo menjawab karena kala itu dirinya masih ragu.

"Waktu itu saya masih ragu, karena saya sudah menyampaikan kepada istri saya akan konfirmasi malam, Yang Mulia," ujar Sambo.

Hakim Afrizal terkesan kurang puas dengan jawaban Ferdy Sambo.

"Saudara juga tidak persis turun di situ? Sepertinya tidak biasanya Saudara turun sejauh itu," kata Hakim Afrizal.

Lagi-lagi, Ferdy Sambo menjawab masih ragu untuk turun dari mobil yang ditumpangginya.

Akan tetapi, Ferdy Sambo mengatakan bahwa setelah berbagai pertimbangan, sehingga memutuskan untuk turun dari mobilnya.

"Saya teringat lagi ngapain konfirmasi malam, sekarang saja saya turun, akhirnya saya turun," kata Ferdy Sambo.

Dalam keterangan sebelumnya, Ferdy Sambo bercerita soal dirinya berangkat dari rumah pribadinya di Jalan Saguling III, Jaksel, menuju rumah dinasnya.

Dia menggunakan mobil bersama dua ajudannya, Bharatu Prayogi dan Brigadir Adjan Romer.

Ferdy Sambo mengaku hendak mengonfirmasi pengakuan istrinya, Putri Candrawathi, tentang peristiwa di Magelang, Jawa Tengah, kepada Brigadir J.

Putri mengaku dilecehkan secara seksual oleh Brigadir J di rumah singgahnya di Magelang.

Saat tiba di rumah dinas, Ferdy Sambo bertemu dengan Bripka Ricky Rizal di empat parkir mobil (carport). Selanjutnya, alumnus Akpol 1994 itu memasuki rumahnya.

"Ketemu Kuat Ma'ruf di dapur, saya perintahkan untuk memanggil Yosua," kata Ferdy Sambo.

Singkat cerita, Yosua bersama Kuat menemui Ferdy Sambo. Tidak lama kemudian Ricky Rizal menyusul.

Ferdy Sambo pun bertanya kepada Yosua ihwal perbuatan polisi muda itu terhadap Putri Candrawathi.

“Kamu kenapa kurang ajar sama istri saya?” ujar Ferdy Sambo menirukan pertanyaannya kepada Yosua.

Menurut Ferdy Sambo, saat itu Yosua merespons dengan nada menantang.

"Dijawab dengan nada menantang, dengan nada sedikit tidak bersalah," tutur Ferdy Sambo.

Mantan Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri itu menyebut jawaban Yosua membuatnya emosi.

Syahdan, Ferdy Sambo memerintahkan Bharada Richard menghajar Yosua.

"Akhirnya saya emosi. Saya sampaikan 'hajar, Chard’. Kemudian Richard menembak Yosua,” ucap Ferdy Sambo. (cr3/jpnn)


Redaktur : M. Adil Syarif
Reporter : Fransiskus Adryanto Pratama

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler