Brigjen Rusdi Sampaikan Soal Pola Baru Operasi Nemangkawi 2022, Begini

Kamis, 11 November 2021 – 23:59 WIB
Personel Binmas Noken Polri dipimpin AKP Harbani bersama Bripka Yan H Msen dan Brigpol J Staenly Rewang sedang memberikan pembelajaran dengan anak-anak kampung Yagara distrik Walesi Kabupaten Jayawijaya.(ANTARA News Papua/HO-Satgas Humas Nemangkawi)

jpnn.com, JAKARTA - Brigjen Pol Rusdi Hartono menyampaikan soal rencana pola baru Operasi Nemangkawi 2022.

Menurut Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri itu, pola baru Operasi Nemangkawi 2022 dimungkinkan setelah hasil analisis dan evaluasi (anev) dilaksanakan Desember 2021.

BACA JUGA: Baru Dibongkar, Reklame LED di 2 Pos Polisi ini Sudah Terpasang Lagi

Operasi Nemangkawi 2022 dilakukan kepolisian bersama TNI dalam rangka menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Papua.

"Nanti dilihat, anev kan belum dilaksanakan, proses operasi masih berjalan," ujar Brigjen Rusdi di Jakarta, Kamis (11/11).

BACA JUGA: Janji Jenderal Andika Pada Prajurit yang Ditembak KKB di Papua, Begini

Menurut Rusdi, Operasi Nemangkawi sudah diatur sedemikian rupa.

Setiap enam bulan dilakukan evaluasi (Januari-Juni), kemudian dilaksanakan dan dievaluasi, dilanjutkan Juli-Desember.

BACA JUGA: Golkar Buka Pintu Untuk Ganjar Pranowo, Cuma ada Syaratnya

Operasi Nemangkawi 2021 akan berakhir Desember ini, sepekan sebelum operasi berakhir akan dilaksanakan anev.

"Desember ini Operasi Nemangkawai akan berakhir 2021. Nanti akhir Desember akan dilakukan analisis dan evaluasi oleh Mabes Polri dan Polda Papua, hasil anev tersebut akan ada kesimpulan dan rekomendasi," ucapnya.

Brigjen Rusdi juga menyatakan rekomendasi hasil anev tersebut akan menjadi masukan bagi pimpinan Polri maupun TNI untuk memutuskan bagaimana Operasi Nemangkawi untuk 2022.

"Seperti itu prosesnya," kata Rusdi.

Rusdi mengatakan Operasi Nemangkawi dilakukan Polri bersama TNI.

Koordinasi tetap berjalan, begitu pula setiap anev dilakukan bersama TNI.

Terkait gagasan yang disampaikan calon Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa pada saat uji kepatutan dan kelayakan di Komisi I DPR RI, bahwa penyelesaikan persoalan di Papua menggunakan diplomasi militer dan pendekatan humanis, Rusdi mendukung gagasan tersebut.

Namun, untuk pelaksanaan Operasi Nemangkawi 2022 baru akan dibahas setelah anev selesai dilakukan akhir Desember 2021.

Rusdi menambahkan, anev Operasi Nemangkawi 2021 akan dilaksanakan seminggu sebelum operasi berakhir.

"Anev bersama TNI pastinya," kata Brigjen Rusdi.(Antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler