Buaya Besar Sering Muncul, Ditpolairud Latihan Menyelam di Kolam Buatan

Minggu, 21 Februari 2021 – 05:01 WIB
Wakil Direktur Polairud Polda Kalimantan Tengah AKBP Handoyo Santoso berfoto dengan anggota PWI Kotawaringin Timur di kolam selam, Jumat (19/2/2021). ANTARA/Norjani

jpnn.com, SAMPIT - Ditpolairud Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) mengoptimalkan kolam buatan sendiri untuk latihan menyelam.

Pasalnya, untuk menyelam di laut terkendala cuaca, sedangkan di Sungai Mentaya banyak buaya besar yang masih sering muncul. Beberap waktu lalu sudah ada seorang nenek yang menjadi korban.

BACA JUGA: Nasril Diterkam Buaya, Kondisinya Bikin Merinding

Direktur Polairud Polda Kalteng Kombes Pitoyo Agung Yuwono mengatakan untuk latihan di laut Ujung Pandaran dan Gosong Sanggora cukup terbatas karena angin, gelombang, dan cuaca.

“Di Sungai Mentaya cukup dalam tetapi ada penunggunya (buaya) sering muncul, mungkin populasinya juga masih banyak. Makanya kami mengoptimalkan kolam selam yang ada," kata Pitoyo di Sampit, Sabtu (20/2).

BACA JUGA: Ditpolairud Polda Kalbar Amankan Ribuan Batang Kayu Hasil Pembalakan Liar

Masih banyaknya populasi buaya di Sungai Mentaya menjadi perhatian banyak pihak.

Keberadaan buaya membuat aktivitas di sungai harus dilakukan dengan sangat hati-hati karena rawan terjadi serangan terhadap manusia.

BACA JUGA: Petugas Terpaksa Lepaskan Tembakan Agar Buaya Ganas Ini Lepaskan Jasad Joni

Awal Januari lalu, seorang nenek di Desa Pelangsian menderita putus tangan dan patah tulang kaki kiri setelah diterkam buaya.

Hingga kini, buaya besar masih sering muncul di sejumlah lokasi. Kondisi inilah yang kurang memungkinkan bagi Ditpolairud untuk melaksanakan latihan selam di sungai.

Solusinya mereka membuat kolam selam yang lokasinya berada di belakang Markas Komando Ditpolairud Polda Kalteng di Dusun Belanti, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sampit.

Direktorat Polairud Polda Kalteng memiliki kolam selam yang diberi nama Kolam Selam Wira Satya 1996.

Kolam selam tersebut diresmikan penggunaannya pada 7 Desember 2019 oleh Irjen Ilham Salahudin yang menjabat Kapolda Kalimantan Tengah saat itu.

Kolam selam tersebut memiliki panjang 25 meter.

Kolam dibuat dengan kedalaman bertingkat, mulai 1,5 sampai 5 meter.

Peralatan selam juga sudah tersedia sesuai kebutuhan.

Pitoyo mengaku sangat senang karena kolam selam tersebut tidak hanya bermanfaat bagi jajaran Ditpolairud, tetapi juga pihak lainnya.

Pihaknya memang membuka kesempatan bagi pihak mana saja yang ingin memanfaatkan kolam tersebut untuk berlatih selam.

Sudah banyak pihak yang turut memanfaatkan kolam selam itu untuk latihan di antaranya TNI, Brimob, relawan, Mapala UPR dan lainnya.

Pihaknya sangat terbuka dengan hal itu karena sadar pembangunan kolam selam dan pengadaan peralatan selam yang harganya mencapai puluhan juta itu menggunakan uang negara.

Sehingga pihak lain juga berhak menggunakannya dengan prinsip sama-sama merawatnya dengan baik.

"Kami senang apa yang kami miliki bermanfaat untuk masyarakat. Kami ini pelayan masyarakat. Silakan saja siapa yang ingin latihan di kolam kami, silakan datang," jelas Pitoyo.

Langkah ini juga merupakan cara Ditpolairud Polda Kalteng mengenalkan dan menanamkan cinta bahari atau kelautan kepada masyarakat.

Harapannya, masyarakat juga mencintai laut atau perairan sehingga bersama-sama menjaga kelestariannya. (antara/jpnn)

 


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler