Buka Pintu untuk Huawei, Inggris Terancam Diboikot AS

Kamis, 25 April 2019 – 16:44 WIB
Huawei. Foto: AFP

jpnn.com, LONDON - Pemerintah Inggris memberikan izin penggunaan produk Huawei untuk pengembangan teknologi 5G. Padahal, dua dari sekutu keamanan Inggris, yakni AS dan Australia, sudah mengharamkan raksasa teknologi Tiongkok itu karena alasan keamanan nasional.

Menurut The Guardian, Theresa May menyetujui penggunaan produk Huawei. Namun, dia hanya memberikan lampu hijau untuk suku cadang di luar bagian inti menara 5G. Bagian inti terdiri atas mesin pengolah data, penagihan, dan otentifikasi. Bagian lainnya yang diperbolehkan, antara lain, antena penangkap sinyal dan alat penyalur ke bagian inti.

BACA JUGA: AS Tak Kirim Utusan ke Forum Jalur Sutera

"Belum ada keputusan terakhir terkait keamanan infrastruktur telekomunikasi di Inggris," ujar Menteri Digital Inggris Margot James ketika dikonfirmasi BBC. Meski belum resmi diumumkan, Huawei langsung bereaksi.

Perusahaan tersebut senang Inggris bisa bersikap mandiri. Mereka tak sabar menunggu pengumuman resmi dari kantor perdana menteri. "Kami senang Britania Raya terus melihat bukti sebelum bersikap," begitu pernyataan pihak perusahaan.

BACA JUGA: Trump Sesumbar Tak Bisa Dimakzulkan

BACA JUGA: Huawei Dapat Tuduhan Keras dari CIA

Ciaran Martin, Kepala National Cyber Security Centre, lembaga pengawas keamanan siber Inggris, menyatakan bahwa produk 5G dari Huawei cukup aman. Namun, banyak juga politikus Inggris yang tak setuju dengan sikap Martin.

BACA JUGA: Korut Ngambek ke Amerika, Korsel Kena Batunya

Salah satunya, Ketua Bagian Hubungan Luar Negeri Partai Konservatif Tom Tugendhat. Dia mengungkapkan bahwa kebijakan tersebut bisa membuat Inggris terkucil dari beberapa sekutunya. "Membiarkan teknologi Huawei masuk akan membuat Five Eyes ragu terhadap kemampuan kita mengamankan data," ungkapnya menurut Financial Times.

Five Eyes merupakan aliansi intelijen yang terdiri atas AS, Inggris, Kanada, Australia, dan Selandia Baru. Dari semua negara anggota, dua negara sudah mengambil sikap. Yang pertama adalah AS. Mereka adalah negara pertama yang mengungkap temuan tentang risiko dalam peralatan Huawei.

Beberapa bulan kemudian, pemerintah Australia juga ikut jejak sekutunya. "Pasti ada alasan kenapa negara lain berkata tidak," ujar Tugendhat.

Menlu AS Mike Pompeo mengatakan, AS tak akan membagi data dengan negara mana pun yang menggunakan teknologi Huawei. (bil/c25/sof)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pemimpin Kelompok Supremasi Kulit Putih Tewas Didor Istri


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler