Bukber Bersama Presiden, Ini Pesan Zulkifli Hasan

Jumat, 08 Juni 2018 – 19:48 WIB
Ketua MPR Zulkifli Hasan di sela buka bersama di rumah dinasnya Kompleks Widya Chandra, Jakarta, Jumat (8/6). Foto: Humas MPR

jpnn.com, JAKARTA - Ketua MPR Zulkifli Hasan menggelar acara buka bersama para pimpinan lembaga negara, yang juga dihadiri Presiden Joko Widodo di rumah dinasnya Kompleks Widya Chandra, Jakarta, Jumat (8/6).

"Terima kasih atas kedatangan Bapak Presiden Joko Widodo dalam buka puasa kali ini," ujar Ketua MPR Zulkifli Hasan sebagai tuan rumah.

BACA JUGA: Untuk Pertama Kalinya, Trump Gelar Bukber di Gedung Putih

Zulkifli Hasan juga menyampaikan selamat datang kepada Ketua DPR Bambang Soesatyo, Ketua DPD Oesman Sapta, Wakil Ketua MPR E. E Mangindaan, Hidayat Nur Wahid, dan Ahmad Muzani. Hadir jugaMenteri Sosial Idrus Marham, Menpan RB Aswan Abnur, Aburizal Bakrie, serta undangan lainnya.

Dalam sambutan, Zulkifli Hasan mengatakan saat bersamaan ada acara Haul Bapak Taufiq Kiemas. Dirinya menitip salam kepada Ibu Megawati. "Sebenarnya saya diminta untuk memberi sambutan Haul Bapak Taufiq Kiemas," ujarnya.

BACA JUGA: Mahyudin: Serahkan Saja ke Kemenkominfo

Dia mendoakan agar almarhum Taufiq Keimas mendapat balasan dari Allah karena jasanya yang besar dalam Sosialisasi Empat Pilar.

Zulkifli Hasan dalam kesempatan itu mengajak kepada semua untuk menjadikan tahun politik sebagai tahun yang berkualitas, damai, dan menyenangkan. Bagi Zulkifli Hasan meski dalam Pemilu, baik itu Pilkada, Pileg, dan Pilpres ada pertarungan, toh yang bertarung adalah anak negeri. "Kita tidak bertarung dengan Belanda," Zulkifli Hasan mengibaratkan.

BACA JUGA: HNW: Islam Justru Korban Teroris Terbesar Sepanjang Sejarah

Dengan tegas dia mengatakan perbedaan dan pilihan boleh beda namun semua harus mempunyai tujuan yang sama yakni Indonesia. "Meski kita berbeda dalam sikap politik namun Merah Putih kita sama," ujarnya.

Sebelum Zulkifli Hasan memberi sambutan, Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir memberi tauziah. Dalam tauziah, Haedar menuturkan bulan Ramadhan tak hanya sebagai bulan penuh berkah. Di bulan ini juga banyak sejarah terkandung di dalamnya. "Al Quran turun di saat Ramadhan,” ujarnya.

"Bagi bangsa Indonesia, kita merdeka juga di bulan Ramadhan", tambahnya. Menurut Haedar Nashir hal demikian ada yang menyebut kebetulan namun bagi Allah tak ada yang kebetulan.

Haedar mengajak kepada semua untuk menjadikan Ramadhan sebagai bulan meningkatkan derajat keimanan sebagai hamba Allah. Sebagai hamba Allah terlepas dari atribut atau golongan, diharapkan ummat Islam bisa menjadi khalifah yang memakmurkan bumi.

Dalam masalah kebangsaan, Haedar mengajak ummat Islam untuk menjaga bangsa Indonesia. Masalah dasar negara menurutnya sudah selesai sesuai dengan kesepakatan para pendiri bangsa. "Kita akui ada dinamika namun dengan komitmen dasar maka Indonesia akan abadi," paparnya. (adv/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Sesjen MPR: Generasi Muda Harus Berjiwa Kompetitif


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler