Bumikan Batik, SIKIB-CCAI Angkat Pengrajin

Selasa, 26 Oktober 2010 – 16:26 WIB
Ketua SIKIB Ratna Djoko Suyanto bersama anggota SIKIB melihat keunikan batik nusanara. Foto: Mesya/JPNN

JAKARTA - Untuk membumikan  budaya batik di seluruh lapisan masyarakat, Yayasan Batik Indonesia didukung oleh Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI) bersama Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) menggelar berbagai kegiatan rakyatAntara lain Jalan Gembira Batik Indonesia, Parade Batik Bersepeda, Solo Batik Carnival, Pasar Batik serta band Top 40 dan Sanggar Merah Putih binaan Coca-Cola Amatil Indonesia.

Ketua SIKIB Ratna Djoko Suyanto mengatakan, pengakuan Unesco terhadap budaya batik Indonesia, selain memberikan kebanggaan, juga membuka peluang baru dalam peningkatan ekonomi khususnya bagi pengrajin batik

BACA JUGA: ESDM Dorong Investor RRT ke Indonesia

"Kini batik seperti pakaian wajib masyarakat, dari kantor-kantor hingga di angkutan kota
Bahkan banyak perancang mode terkemuka mengusung batik diajang pentas dunia," ujar Ratna dalam konpres memperingati satu tahun pengakuan batik sebagai world heritage oleh Unesco di Museum Tekstil, Selasa (26/10)

BACA JUGA: TDL 2011 Disepakati Tak Naik



Ditambahkannya, satu tahun perayaan ini diharapkan akan semakin mengingatkan masyarakat tentang warisan budaya bangsa, bukan hanya batik, tapi juga warisan lainnya
Hal ini mengingat banyak warisan budaya asli Indonesia yang terancam pengakuan negara lain, seperti reog ponorogo, keris dan lainnya yang hampir saja di klaim Malaysia.

Sementara itu, National Corporate Affairs Manager Coca-Cola Amatil Indonesia, Deva Rachman menyatakan, pengakuan batik sebagai world heritage oleh Unesco bukan saja membanggakan bagi bangsa Indonesia, tapi diharapkan bisa membuka peluang ekonomi baru bagi industri batik ditanah air

BACA JUGA: Kenaikan TDL Dibatalkan, Laju Inflasi Tetap Aman

"Keterlibatan CCAI dalam kegiatan ini bukan kali ini saja, karena merupakan komitmen perusahaan sebagai bagian CSR di bidang pengembangan ekonomi dan sosial komunitas," pungkasnya.(esy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Indonesia Tanggapi Perang Mata Uang


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler