Bupati Enthus Canangkan Gerakan Rogoh Kantong

Kamis, 10 April 2014 – 09:33 WIB

jpnn.com - BUPATI Tegal Enthus Susmono menyanangkan gerakan menarik, yakni ngrogoh kantong diwekna wong cilik atau ambil uang pribadi untuk diberikan kepada warga miskin.

Gerakan ini diimbau dilakukan para pejabat di lingkungan Pemkab Tegal mulai dari Sekda, Kepala SKPD, hingga staf dan kepala desa. Untuk mengawali program itu, Enthus memberikan gaji bulan ke tiga kepada warga miskin di wilayah RT 1 RW 4 Desa Gembongdadi Kecamatan Suradadi. Sedianya, bantuan itu akan digunakan untuk memperbaiki rumah milik Tinyo (90) janda tua dengan 7 anggota keluarga.

BACA JUGA: Politisi PKB Siapkan 50 Kamar VIP untuk Caleg Depresi

"Kita sarankan kepada para pejabat menyisihkan penghasilannya untuk membantu masyarakat kecil," kata Enthus, seperti diberitakan Radar Tegal (Grup JPNN).

Ketika memberikan bantuan itu, spontan para pejabat yang mendampingi Bupati bergegas merogoh kantongnya masing-masing. Seperti Camat Suradadi, H Tri Guntoro, Kapolsek Suradadi AKP Suratman, Komandan Koramil Suradadi, Kepala Desa Gembongdadi, dan beberapa warga setempat.

BACA JUGA: 35 Pemilih Siluman Diamankan

"Langkah ini untuk mendekatkan silaturahmi antara pejabat dengan masyarakat dan sekaligus untuk mengetahui persoalan riil yang dihadapi masyarakat," ujar Enthus.
 
Menurut Enthus, gerakan yang dilaksanakan bertahap itu, sekaligus untuk menyambut hari jadi Kabupaten Tegal. Kendati demikian, Enthus mewanti-wanti bahwa bantuan itu tidak akan dimasukan dalam APBD. Karena menurut Enthus, program itu hanya untuk bersedekah.

“Jangan membebani APBD. Program ini hanya merupakan lanjutan dari relawan ikhlas saja," ucapnya.
 
Jamal (41), anak dari Tinyo, mengucapkan terimakasih dengan bantuan tersebut. Dia mengaku bersyukur karena sudah puluhan tahun, rumahnya yang terbuat dari bilik bambu itu, belum pernah diperbaiki. Tiap hujan, gentengnya selalu bocor. Terlebih jika hujan disertai angin, dipastikan air hujan bakal masuk ke rumah karena rumahnya bukan terbuat dari tembok.  

BACA JUGA: Cabai Mahal, Kadis Imbau Ibu-ibu Jangan Bikin Sambal

"Sebelum pak Enthus jadi bupati, saya juga pernah dibantu beliau. Saya diberi bantuan dalam bentuk plesterisasi lantai rumah," ucapnya. (yer)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Saksi PDIP Meninggal Saat Shalat di TPS


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler