Cabai Mahal, Kadis Imbau Ibu-ibu Jangan Bikin Sambal

Kamis, 10 April 2014 – 08:51 WIB

jpnn.com - BANDUNG - Selama dua pekan terakhir harga cabai merah keriting di beberapa pasar daerah melambung tinggi. Kenaikan hingga 100 persen dari Rp 40 ribu per kilogram menjadi Rp 80 ribu per kilogram. Hal ini akibat musim panen cabai terkendala faktor cuaca.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat, Ferry Sofwan mengatakan masa panen cabai yang baik yaitu saat musim kemarau. Saat ini, petani sudah siap panen namun cuaca yang tidak mendukung. Akibatnya kualitas cabai menurun dan cepat membusuk.

BACA JUGA: Saksi PDIP Meninggal Saat Shalat di TPS

"Panen cabai yang terbaik yaitu saat musim kemarau. Saat ini suplay dari sentra cabai menurun ke pasar-pasar induk sehingga harga jadi naik. Ini kan hukum ekonomi," ujar Ferry seperti diberitakan Bandung Ekspres (grup JPNN).

Menurut Ferry, masyarakat harus menjadi pengendali inflasi. Pasalnya, harga dipengaruhi oleh permintaan dan persediaan. Cabai yang dihasilkan sentra pertanian  diserap banyak oleh industri olahan makanan seperti mie instan, bumbu jadi dan rumah makan.

BACA JUGA: Pemakzulan Bupati Karo Belum ke Presiden

Dia menuturkan, masyarakat bisa menjadi kontrol stabilitas harga cabai. Caranya, ibu rumah tangga tidak memaksakan membeli cabai untuk membuat sambal dadakan. Menurutnya, ibu rumah tangga bisa membeli sambal jadi sebagai alternatif.

"Industri seperti mie instan, bumbu jadi dan rumah makan itu tetap deman-nya. Yang harus dikontrol yaitu ibu ibu rumah tangga yang tidak tetap dalam berbelanja kadang banyak sementara persediaan turun," ujarnya.

BACA JUGA: Berkas Honorer K2 Ditenggat Akhir April

Lebih lanjut, menurutnya pola diatribusi komoditas ini yang kurang baik. Selama ini distribusi cabai dari bebagai daerah ditarik ke Bandung dan Jakarta kemudian di distribusikan kembali ke pasar-pasar di daerah. Sentra cabai terbesar di Jabar, kata dia, berada di daerah Tasik, Ciamis dan Majalengka.

"Coba kalau petani langsung mendistribusikan cabai dari Majalengka ke Cirebon, tanpa ke Bandung dulu pastinya lebih ekonomis. Harga cabai di Cirebon tidak akan semahal sekarang," pungkasnya. (fik)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Teror Bom di TPS Lhokseumawe


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler