Bupati Ingin Double Track KA Tembus Banyuwangi

Rabu, 27 Agustus 2014 – 12:55 WIB

jpnn.com - JAKARTA - Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mendorong pembangunan jalur ganda (double track) kereta api sampai Banyuwangi, tidak berhenti pada jalur Jakarta-Surabaya saja. Pembangunan jalur ganda sampai Banyuwangi akan memeratakan pertumbuhan hingga kawasan timur Jawa.

"Keberadaan jalur ganda hingga ke timur Jawa akan menciptakan sentra pertumbuhan baru. Selama ini kan pertumbuhan masih banyak bertumpu di barat Jawa. Kalau di Jawa Timur, pertumbuhan masih tersentral di Surabaya dan sekitarnya," ujar Anas saat diskusi terkait jalur ganda yang digelar Kementerian Perhubungan dan Rajawali Foundation, Rabu (27/8). Diskusi dilakukan di dalam kereta api dari Jakarta sampai Semarang.

BACA JUGA: Curigai Ribuan Ekstasi Pesanan dari Seorang Napi

Hadir dalam diskusi tersebut Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono, ekonom Tony Prasetiantono, dan sejumlah kepala daerah.

Anas memaparkan, jalur ganda sampai Banyuwangi sangat urgen untuk menggerakkan ekonomi di wilayah timur Jawa atau yang biasa disebut sebagai kawasan Tapal Kuda. Jumlah penduduk wilayah Tapal Kuda mencapai 9,006 juta jiwa atau sekitar 24 persen dari total penduduk Jatim. Total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) kabupaten/kota yang terletak di Tapal Kuda sebesar Rp 155,32 triliun atau sekitar 16 persen dari total PDRB Jatim.

BACA JUGA: Listrik Sering Mati jadi Alasan Pemkab tak Ikut Rekrut CPNS

Di kawasan timur juga sudah berdiri kawasan industri PIER di Pasuruan dan sedang proses dibangun Banyuwangi Wongsorejo Industrial Estate di Banyuwangi. Diperkirakan sekitar 30 persen teus kontainer yang ada di Jatim tiap tahunnya berasal dari wilayah timur Jawa atau wilayah Tapal Kuda.

"Jika ada double trakck, sistem logistik dari timur Jawa ini bisa dikatakan beres. Double track nantinya harus menghubungkan dua sentra industri baru di kawasan timur, yaitu kawasan industri PIER di Pasuruan dan Wongsorejo di Banyuwangi," jelas Anas yang merupakan alumnus program Transforming Leader di Harvard Kennedy School of Government.

BACA JUGA: Pulau di Pessel Dijual Rp22 M

Keberadaan jalur ganda sampai Banyuwangi bisa memfasilitasi industri-industri yang ada di wilayah timur Jawa, termasuk industri berbasis pertanian, untuk mengirim hasil produksinya melalui pelabuhan yang ada di wilayah timur seperti Pelabuhan Probolinggo atau Pelabuhan Tanjung Wangi Banyuwangi. Hal ini untuk mengurangi beban Pelabuhan Tanjung Perak dan Pelabuhan Gresik yang sudah kewalahan dan menimbulkan ekonomi biaya tinggi (high cost economy).

Selama ini, aktivitas muat barang dari Jatim yang akan dikirim ke luar provinsi terpusat di Pelabuhan Tanjung Perak dan Pelabuhan Gresik hingga sekitar Rp 60 triliun per tahun atau 83,68 persen dari total aktivitas muat di Jatim. 

Aktivitas bongkar dari luar provinsi yang masuk ke Jatim juga terpusat melalui Pelabuhan Gresik dan Tanjung Perak Surabaya hingga mencapai senilai Rp 111,76 triliun per tahun atau 82,41 persen dari total nilai aktivitas bongkar di Jatim. "Ini harus dipecah, karena pelabuhan di wilayah timur sebenarnya cukup memadai, seperti Pelabuhan Tanjung Wangi, Banyuwangi, yang kedalamannya sudah 14 low water spring (LWS) sehingga bisa disandari kapal besar. Kalau ada double track, industri di sepanjang Tapal Kuda bisa murah saat kirim barang lewat Pelabuhan Tanjung Wangi di Banyuwangi atau juga lewat Pelabuhan Probolinggo," jelas Anas.

Selain industri, pengembangan jalur ganda hingga Banyuwangi juga akan memacu kinerja sektor pariwisata. "Jalur ganda meningkatkan aksesibilitas destinasi wisata yang ada di timur Jawa. Saat ini, angkutan penumpang masih didominasi transportasi jalan raya hingga 85 persen, kereta api baru sekitar 6,3 persen, sisanya transportasi laut dan udara. Jadi kalau ada jalur ganda kereta bisa lebih mudah, penumpang termasuk wisatawan tidak hanya menumpuk di jalan raya," pungkas Anas. (eri/mas)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Macet 5 KM Akibat Antre di SPBU, Warga Cekcok


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler