JAKARTA - - Kasus korupsi penerbitan Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu-Hutan Tanaman (IUPHHK-HT) di Riau, akhirnya memakan korban baruSetelah tahun lalu memperkarakan Bupati Pelalawan Tengku Azmun Jaffar, kini giliran Bupati Siak, Arwin AS yang mengalami nasib serupa
BACA JUGA: Bubarkan Saja Kementrian Perempuan!
"Betul AAS (Arwin AS) sudah kita tetapkan sebagai tersangka kasus IUPHHK-HT," ujar juru bicara KPK Johan Budi SP, di gedung KPK, Jakarta, Selasa (1/9)
BACA JUGA: KPK Didesak Tangani Kasus Century
Ancaman hukuman maksimal penjara seumur hidupKerugian dalam kasus IUPHHK-HT Tengku Azmun mencapai Rp 1,208 triliun atau terbesar dalam sejarah KPK
BACA JUGA: Naikkan Tarif, Dephub Ancam Sanksi
Jumlah ini dihitung berdasar harga kayu yang ditebang, setelah Tengku menerbitkan Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu-Hutan Tanaman (IUPHHK-HT) untuk 15 perusahaanIUPHHK-HT malah digunakan untuk menebang lahan hutan alam yang bertentangan dengan peraturan Menteri KehutananModus serupa diduga juga dilakukan Arwin AS.Indikasi akan adanya tersangka baru kasus IUPHHK-HT sejak awal lalu sudah dikatakan Direktur Penuntutan KPK Ferry WibisonoDisebutkan, KPK tengah mengincar tersangka baru karena dari fakta persidangan degngan terdakwa Tengku Azmun, kerugian negara yang kembali hanya Rp 12,3 miliarDengan kata lain, masih lebih Rp1 triliun uang korupsi yang diduga dinikmati pejabat lain di Riau yang belum kembali ke kas negara(pra/JPNN)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Angkasa Pura Tambah Fasilitas Pengamanan
Redaktur : Tim Redaksi