Bursa Cawagub Memanas, Dukung Boy Dampingi Ahok

Sabtu, 29 November 2014 – 03:20 WIB
Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama. Foto: dok.JPNN

jpnn.com - BURSA calon wakil gubernur (cawagub) DKI Jakarta untuk mendampingi Gubernur Basuki Tjahaja Purnama mulai memanas. Berbagai persepsi dan penilaian bermunculan seiring dengan momentum Ahok akan menyerahkan sejumlah nama calon yang akan diusulkan ke presiden.

 

Namun menjelang Ahok menentukan figur cawagub, terjadi peningkatan eskalasi politik. Sebab nama-nama yang dimunculkan Ahok tidak sesuai dengan harapan kalangan politisi.  

BACA JUGA: KPK Mulai Teliti Kekayaan Ahok

Kendatipun pengusulan nama calon wakil gubernur merupakan hak gubernur, namun kalangan politisi di Kebon Sirih lebih condong mendukung figur Boy Bernadi Sadikin ketimbang Sarwo Handayani.

BACA JUGA: Soal Wagub DKI, Ahok Pastikan Megawati tak Intervensi

Bahkan sejumlah anggota dan pimpinan DPRD DKI Jakarta secara terang-terangan mengungkapkan dukungan ke salah satu calon.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Triwisaksana mengatakan, semestinya Ahok menjatuhkan pilihan untuk calon wakil gubernur kepada Boy Bernadi Sadikin. Hal itu diyakini bisa menciptakan harmonisasi bagi semua pihak.

BACA JUGA: Ahok: Mega Membantah Sudah Restui Boy Sadikin jadi Wagub

Menurut politisi asal PKS itu, figur Boy Sadikin bisa membantu Ahok membenahi birokrasi. Terlebih lagi Boy pernah menjabat wakil ketua DPRD DKI Jakarta periode 2009-2014.

"Pastinya dia (Boy) sangat mengerti peta politik di Jakarta. Bisa menjembatanii dewan dengan eksekutif," kata Triwisaksana, kemarin (28/11).

Meski demikian, sambung pria yang akrab disapa Sani, jika merujuk ke pasal 168 ayat 1 poin C Perppu, maka Jakarta bisa mempunyai 2 orang wakil gubernur. Suatu provinsi dengan jumlah penduduk di atas 3-10 juta jiwa dapat memiliki 2 orang wakil gubernur.

"Tapi terserah Basuki saja, yang penting dia confident dengan pilihannya. Jangan terpengaruh kanan-kiri," tandas dia.

Sementara itu, Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono menegaskan, Boy Sadikin figur yang paling sederhana di antara nama-nama calon wagub yang sering disebut-sebut belakangan ini. Bahkan Boy diyakini mampu memahami seluruh persoalan yang dialami Jakarta.

Sedangkan dari sisi internal PDI Perjuangan di Jakarta, konbtribusi Boy sangat menonjol. Di saat kepemimpinannya, partai berlambang banteng di DKI berhasil merebut 3 kemenangan sekaligus. Yakni pilkada, pemilu legislatif, dan pilpres.

"Kontribusi dari sosok Boy terhadap partai sudah kelihatan. Artinya tidak terlalu berlebihan juga ketika partai memberikan hadiah, misalnya seperti itu. Partai sudah menyodorkan Boy sebagai calon gubernur, itu segala sisi sudah di hitung oleh partai," tutur Gembong.

Di sisi lain, Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Dirjen Otda Kemdagri) Djohermansyah Johan mengatakan, penyusunan verbal Peraturan Pemerintah (PP) yang merupakan turunan dari Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) No 1 tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota, telah rampung.

Kini draft tersebut sudah di tangan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). Bila tak ada halangan, PP tersebut ditandatangani oleh presiden. "PPnya sudah ada. Rencananya hari ini ditandatangani Presiden," kata Djohermansyah.

Dengan ditandatanganinya PP tersebut, maka kemdagri bisa merekomendasikan mekanisme pemilihan atau pengisian jabatan wakil gubernur DKI Jakarta. Sehingga Gubernur DKI Jakarta memiliki landasan hukum yang kuat dalam memilih pendampingnya.

Sehingga tidak ada lagi keraguan sedikit pun dari pihak DPRD untuk menerima rekomendasi tersebut karena sudah ada PP. Namun Djohermansyah mengaku, belum mengetahui secara garis besar dari isi PP tersebut. (wok)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kasus Angkutan Penyeberangan, Kejagung Tahan Anak Buah Ahok


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler