Butuh Rp 1,8 Triliun, Gedung Baru DPR Segera Dibangun

Rabu, 04 Agustus 2010 – 21:41 WIB

JAKARTA - Mantan Ketua BAdan Anggaran DPR yang kini duduk sebagai Wakil Ketua Komisi XI bidang Keuangan, Harry Azhar Aziz, menyatakan pembangunan gedung baru DPR 36 lantai segera dimulai pada Oktober 2010 mendatangPembangunan gedung baru dewan itu membutuhkan anggaran sebesar Rp 1,8 triliun yang akan didanai dengan APBN tahun jamak (multiyears) dari 2010, 2011 dan 2012.

"Sesuai dengan rencana dan jika tidak ada aral-melintang, peletakan batu pertama gedung baru DPRdilakukan Oktober mendatang," kata Harry Azhar Aziz, di Jakarta, Rabu (4/8)

BACA JUGA: Giliran DPD Dikritisi Soal Rumah Aspirasi

Politisi Golkar itu merincikan, disain utuh bangunan tersebut, berbentuk gerbang, atau bingkai yang mencerminkan anggota DPR dari beragam latar belakang dan daerah serta berlandaskan filosofi air mengalir
Unsur air di samping sebagai elemen estetis, juga dipergunakan sebagai penghubung antara bangunan yang sudah ada (eksisting) dengan gedung baru yang akan dibangun.

"Filosofi air mengalir ini dimaksudkan sebagai simbol atau analog bahwa apapun yang dilakukan DPR, selalu mengalir (bermanfaat) bagi rakyat Indonesia (kolam dengan deretan tiang bendera, merupakan analog dari “kolam” bangsa Indonesia)," jelasnya.

Lebih jauh wakil rakyat dari daerah pemilihan Kepulauan Riau itu menegaskan, pembangunan gedung baru DPR sudah sangat mendesak mengingat daya dukung gedung lama sudah tidak sebanding dengan dewan

BACA JUGA: Megawati: Rumah Aspirasi Repotkan Rakyat

Akibatnya, seringkali DPR harus melakukan pertemuan atau rapat di luar gedung
Bahkan untuk menerima tamu terhormat, anggota tidak punya ruang yang representatif.

“Saat saya dulu sebagai Ketua Badan Anggaran DPR, saya harus pinjam ruang tamu pimpinan DPR untuk menerima tamu Ketua Badan Anggaran DPR Korea Selatan

BACA JUGA: Kata Mega, Voting Tidak Sesuai Pancasila

Ini semata untuk citra DPR, karena kalau saya terima di ruangan saya, tidak representatif,” kata Harry.

Tentang ruang kerja anggota DPR saat ini, lanjut Harry, luasnya hanya sekitar 36 M2 atau jauh lebih kecil dibandingkan ruang kerja seorang Dirjen yang mencapai 100 M2 atau ruang kerja menteri yang luasnya 400 M2Karena itu, nantinya luas ruang kerja anggota DPR 120 M2 dengan rincian 60 M2 untuk ruang kerja anggotaSementara sisanya untuk ruang kerja satu sekretaris pribadi dan empat staf ahli.

Pembangunan gedung baru ini akan menelan biaya keseluruhan sekitar Rp1,8 triliun, yang dibiayai APBN tahun anggaran 2010, 2011, dan 2012"Untuk tahun anggaran 2010 ini, dibutuhkan sekitar Rp250 miliar guna pekerjaan struktur tahap I, pekerjaan konsultan perencana tahap I, pekerjaan konsultan MK tahap I, dan pengelola kegiatan atau administrasi proyek," jelas Harry.

Hal yang sama juga dikemukakan Wakil Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) Pius LustrilanangPolitisi dari Gerindra itu mengatakan, dewan membutuhkan ruang kerja dan rapat yang representatif“Semua perencanaan, prosedur, dan juga anggaran sudah siapYang penting hal itu sudah masuk rencana strategis (Renstra) DPR ke depanJadi, semua dasar pemikiran dan alasan pembangunan sudah selesaiSekarang tinggal pembangunannnya yang merupakan tugas dari Kesetjenan DPR,” ujar Pius.

Dipaparkan, rencana pembangunan gedung baru DPR telah dibahas cukup lama sejak periode 2004-2009 baik oleh BURT DPR maupun pihak terkaitMengingat kebutuhan akan ruang dan perkembangan kondisi yang ada, maka luas bangunan gedung baru yang semula 120.000 M2 (27 lantai) berubah menjadi 161.000 M2 (36 lantai)

Jika seluruh bangunan selesai, maka semua kegiatan anggota dewan tidak ada lagi yang dilakukan di luar, karena semua fasilitas dan ruangan sudah sesuai dengan kebutuhanGedung Nusantara I akan direnovasi untuk kebutuhan ruang rapat dan juga ruang fraksi-fraksi.(fas/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Megawati: Negeri ini Memang Kacau Balau


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler