Byar-Pet Terus, DPR Berang

Sabtu, 21 September 2013 – 06:30 WIB

jpnn.com - JAKARTA - Bukan hanya warga Sumut yang marah. Ketua Komisi VII DPR Sutan Bathoegana juga berang menyikapi kondisi listrik di wilayah Sumut yang belakangan byar-pet terus-terusan.

Menurut Sutan sumber masalah bukan soal adanya defisit pasokan listrik di Sumut. Pasalnya, soal defisit listrik sudah lama terjadi tapi baru belakangan ini rutin byar-pet lagi. Sutan menyebut, buruknya manajemen PLN di bawah kepimpinan Nur Pamudji, sebagai sumber utamanya.

BACA JUGA: Sopir Angkot Hadang Odong-odong

"Ini menyangkut manajemen yang tidak jelas. Kita mendesak jajaran direksi di PLN agar dievaluasi," cetus Sutan kepada JPNN di Jakarta, kemarin (20/9).

Desakan Sutan bukan tanpa dasar. Dia menyebut, DPR dari tahun ke tahun menyetujui penambahan anggaran PLN. Namun kata politisi senior di Partai Demokrat itu, daya serap anggaran PLN sangat rendah.

BACA JUGA: Belum Libur Tempat Wisata Diserbu

"Jadinya uang mubazir, tidak digunakan untuk pembangunan pembangkit, tidak digunakan untuk pemeliharaan pembangkit. Kalau dipelihara dengan baik kan gak bakal rusak tuh pembangkit di Labuhan Angin dan Belawan. Jadi ini menyangkut buruknya kepemimpinan di PLN," cetus pimpinan komisi yang membidangi energi itu.

Karena manajemen yang buruk, alih-alih mengatasi defisit listrik di Sumut. Karena rusaknya dua pembangkit itu, defisit listrik di Sumut malah makin bertambah. Rakyat Aceh juga terkena dampaknya.

BACA JUGA: PLN Sewa Tiga Genset dari Malaysia dan Singapura

Hitung-hitungan kasar Sutan, semula defisit listrik di Sumut 150 MW. Karena pembangkit Belawan dan Labuhan Angin rusak, defisit tambah lagi 250 KW. Total 400 KW. Taruhlah yang 100 KW untuk Aceh. Jadi defisit listrik untuk Sumut 300 MW.

Sudah disepakati 90 MW akan diambil PLN dari Inalum. Ditambah tiga genset yang akan didatangnya masing-masing berkapasitas 20 MW. Jadi yang sudah ada bayangan tertutupi 150 MW. "Ya ujung-ujungnya tetap saja defisitnya nanti 150 MW," terang Sutan.

Komisi VII DPR, kata Sutan, sudah mendesak pemerintah melalui Menteri ESDM, agar diambil langkah cepat. Rencana sewa genset harus dipercepat dan ditambah jumlahnya. Jika tidak bergerak cepat, maka masyarakat yang marah bisa bergerak lebih cepat lagi.

"Kalau rakyat marah, tiang-tiang listrik dirobohkan karena sudah tidak ada gunanya, maka kerugian akan semakin besar. Harus sewa genset biar pun mahal. Ini untuk rakyat," tegasnya. (sam/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Tali Putus, Penerjun Mendarat di Semak-Semak


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler