Cabai Mahal, Plt Gubernur Salahkan PD Pasar Jaya

Senin, 09 Januari 2017 – 18:12 WIB
Cabai mahal. Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com - jpnn.com - Pemprov DKI Jakarta membuat terobosan agar harga cabai melambung tinggi tidak terjadi lagi.

Salah satunya dengan rencana memanfaatkan lahannya di Ciangir, Tangerang, Banten untuk ditanami bibit cabai.

BACA JUGA: Ya...Terpaksa Beli Cabai Busuk, Lebih Murah

"Kami sudah periksa tanahnya dan memungkinkan ditanami cabai. Sekarang kami lakukan berbagai persiapan," ujar Darjamuni, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, seperti diberitakan Indopos (Jawa Pos Group).

Darjamuni mengatakan, di Ciangir terdapat lahan milik Pemprov DKI seluas 100 meter. "Dari total luas lahan itu, 30 persennya akan ditanami karena sisanya dalam bentuk kolam dan persawahan," katanya.

BACA JUGA: Hati-Hati, Ada Penjual Cabai Oplosan!

Darjamuni mengatakan, pihaknya sudah menugaskan tim untuk mensurvei berapa banyak bibit yang bisa ditanam di lokasi tersebut. Setelah semua proses selesai termasuk pembersihan lahan, cabai segera ditanami.

"Yang ditanam jenis cabai rawit besar. Pemilihan ini karena lebih tahan pada serangan hama dan kebutuhannya cukup tinggi di Jakarta," terangnya.

BACA JUGA: Cabai Mahal, Pedagang Sambal Pecel Gigit Jari

Bibit cabai yang ditanam, sementara diambil dari stok kebun bibit yang ada. Jika akan ditanam hingga 30 hektare pihaknya berencana menggunakan dana dari APBD 2017.

"Nanti kami lihat kebutuhannya sebesar apa. Sementara kami pakai bibit dari kebun dulu, asumsi kita dalam satu hektare dalam setahun bisa dipanen sekitar satu ton cabai," jelasnya.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono, menyoroti kinerja PD Pasar Jaya terkait melambungnya harga cabai.

Menurutnya, melambungnya harga cabai merah di Ibukota, salah satunya karena ketidakmampuan Pasar Jaya dalam mencari suplai tambahan cabai untuk pasar-pasar di Ibu Kota.

Menurut pria yang akrab disapa Soni ini, kenaikan harga cabai dikarenakan faktor cuaca. Sehingga sebagian petani mengalami gagal panen yang berimbas terhadap berkurangnya pasokan cabai.

"Cuaca yang buruk menyebabkan harga cabai naik menjadi Rp 150 ribu. Tapi jika Pasar Jaya bisa mencari suplai tambahan, tentu dampaknya dapat diminimalisir," ujarnya.

Ia menyampaikan telah meminta PD Pasar Jaya untuk mencarikan suplai cabai tambahan. Mengingat, dari kebutuhan cabai 120 ton, suplai yang masuk saat ini hanya 75 ton.

"Kami carikan suplai supaya harga turun. Pengendaliannya di Pasar Kramat Jati. Itu jadi tolak ukur kami," tandasnya.

Harga cabai merah di Ibukota saat ini telah menembus harga Rp 150 ribu per kilogram. Kenaikan harga cabai tersebut dikarenakan pasokan dari daerah produsen berkurang.

Kepala Biro Perekonomian DKI Jakarta, Sri Haryati mengatakan, secara keseluruhan rata-rata harga cabai di Jakarta Rp 120 ribu per kilogram. Harga cabai tertinggi ditemukan di Pasar Tebet Barat yang mencapai Rp 150 ribu per kilogram.

"Rata-rata pada hari ini harga cabai Rp 120 ribu per kilogram. Tertinggi sampai Rp 150 ribu dan terendah Rp 60 ribu," katanya.

Sri menjelaskan, setiap harinya kebutuhan cabai di Ibukota mencapai 120 ton. Namun beberapa hari terakhir, pasokan cabai rata-rata hanya 75 ton per hari.

"Khusus cabai merah, kebutuhan per harinya 20 ton. Sementara pasokan yang masuk hanya 3 ton," ucapnya.

Terkait kondisi ini, Sri mengaku telah berkoodinasi dengan daerah pemasok untuk menambah jumlah pasokan. Hanya saja, beberapa daerah pemasok lebih memilih memasok cabai ke daerah lain seperti Sumatera.

"Daerah pemasok itu memilih daerah lain yang harganya lebih tinggi. Kami sudah berusaha untuk koordinasi dengan pemasok," tandasnya.

Sementara itu, berdasarkan data yang dihimpun dari infopangan.jakarta.go.id, harga cabai di Pasar Induk Kramatjati Rp 95 ribu, di Pasar Sunter Podomoro dan Pasar Senen Rp 120 ribu, Pasar Grogol 125 ribu, Pasar Rawa Badak 130 ribu, serta Pasar Glodok 140 ribu. (wok)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Harga Tembus Rp 180 Ribu/Kg, Cabai Setan Makin Seram


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler