Calon Istri Masih Berharap Saudi Tak Bunuh Jamal Khashoggi

Senin, 15 Oktober 2018 – 05:30 WIB
Jamal Khashoggi bersama tunangannya Hatice Cengiz. Foto: Instagram

jpnn.com, ISTANBUL - Hanya telepon genggam yang menjadi bukti kehadiran Jamal Khashoggi dalam kehidupan Hatice Cengiz. Sejak 2 Oktober lalu, perempuan Turki itu gundah.

Sebelas jam setelah tunangannya masuk gedung konsulat, dia tidak pernah lagi berjumpa dengan sang pujaan hati. Yang bisa dia lakukan hanyalah lapor polisi.

BACA JUGA: Trump Setengah Hati Kecam Saudi, Takut Bisnis Goyang?

Itu yang Khashoggi instruksikan sebelum menghilang di balik pintu konsulat. ''Sampai ada pernyataan resmi, saya masih berharap ini bukan kasus pembunuhan,'' ujar Cengiz sebagaimana dilansir CNN Rabu (10/10).

Pekan ini dia bolak-balik ke konsulat. Hanya di pelatarannya memang. Dia menantikan kabar dari kantor perwakilan diplomatik Saudi tersebut tentang Khashoggi. Dia juga membaur dengan para demonstran yang berunjuk rasa di tempat itu.

BACA JUGA: Jamal Khashoggi Si Pembenci Demokrasi

Tapi, hingga saat ini, berita baik yang Cengiz nantikan tidak muncul. Khashoggi masih jadi misteri. Artinya, rencana pernikahan sejoli beda negara tersebut juga terancam buyar.

Sejatinya, hari itu Khashoggi hanya hendak mengambil surat keterangan cerai dari konsulat. Berbekal surat tersebut, dia akan bisa menikahi Cengiz.

BACA JUGA: Tiga Teori tentang Nasib Jamal Khashoggi di Konsulat Saudi

Jika Cengiz masih bertanya-tanya, tidak demikian dengan Andrew Brunson. Kasus Khashoggi yang membuat Presiden AS Donald Trump ikut menekan Saudi itu membawa dampak baik bagi Brunson. Dia bebas setelah dua tahun lebih ditahan karena diduga mendukung kudeta.

Meski berkali-kali diancam AS dengan sanksi dan tekanan ekonomi, Turki bergeming. Pemerintahan Presiden Recep Tayyip Erdogan tetap menahan Brunson.

Tapi, di tengah kasus Khashoggi yang membuat AS dan Turki ada di kubu yang sama, Brunson mendadak diterbangkan pulang. Jumat (12/10) dia tiba di Jerman untuk melanjutkan perjalanan ke AS.

''Dia hampir sampai pulang berkat sang presiden,'' ujar Dubes AS untuk Jerman Richard Grenell kemarin, Sabtu (13/10).

The Guardian menduga bebasnya Brunson ada hubungannya dengan Ankara yang meminta bantuan AS untuk mengungkap kasus Khashoggi. (bil/c22/hep)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Saudi Terpojok, Intel Turki Klaim Rekam Pembunuhan Khashoggi


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler