CCTV, Polisi dan Ratusan Keamanan

Selasa, 29 Juni 2010 – 15:18 WIB
CEPAT - Penumpang menaiki Gautrain, kereta api cepat yang sengaja dipersiapkan Afsel dalam menyongsong World Cup. Foto: Yuyung Abdi/Jawa Pos.
Proyek Gautrain tergolong prestisius dengan anggaran USD 3 miliarPengerjaan dimulai pada awal 2006 dan dijadwalkan rampung pada 2012

BACA JUGA: Wenger Beri Selamat Argentina

Operasionalisasi dipercepat karena ada Piala Dunia.

Laporan KURNIAWAN MUHAMMAD, Johannesburg

JALUR
prioritas Gautrain yang dioperasikan adalah Bandara O.R
Tambo-Sandton

BACA JUGA: Minoritas, Suporter Jerman Berpesta

Sebab, jalur itu paling rawan macet di Johannesburg
Tingkat kepadatan lalu-lintas terus tumbuh hingga 7 persen per tahun

BACA JUGA: Boa Constrictor Berbendera Brazil

Pemerintah Afrika Selatan (Afsel) tak ingin kemacetan menjadi problem pertama yang ditemui para pengunjung negara itu, terutama mereka yang akan menyaksikan Piala Dunia.

Pemerintah terus memacu agar Gautrain jalur tersebut bisa dioperasikan sebelum pembukaan Piala Dunia (11/6)Maka, empat hari sebelum kick off, kereta api cepat satu-satunya di benua Afrika itu bisa melayani penumpang.

Setelah perhelatan Piala Dunia usai, proyek tersebut akan dilanjutkan hingga ke PretoriaJalur Gautrain ke kota itu kini sedang dalam pengerjaanTiang-tiang besar sudah terpasang.

Jika jalur Johannesburg-Pretoria selesai, perjalanan dari dan ke dua kota itu cukup ditempuh tak sampai 30 menitPadahal, pada jam-jam sibuk, jalur tersebut termasuk paling macet di AfselPerjalanan bisa ditempuh hingga 2 jam.

Untuk menjamin keamanan penumpang, pengelola Gautrain memasang kamera CCTV di setiap sudut di stasiun pemberhentianSelain itu juga menerjunkan 400 petugas keamanan dan 50 polisiSetiap saat, secara bergantian, petugas keamanan dan polisi itu berkeliling, di areal stasiun pemberhentian maupun di dalam kereta.

Polisi dan petugas keamanan tersebut tak jarang menyapa penumpang dengan ramah dan memastikan bahwa semuanya berjalan dengan baikPara suporter seringkali memanfaatkan Gautrain.

Menjelang tanding Amerika v Ghana lalu, serombongan suporter Amerika yang mengaku baru datang ke Afsel, menggunakan Gautrain dari bandara Tambo ke Sandton lantas ke RustenburgPertandingan memang digelar di sana.

Bagaimana rasanya naik kereta baru di Afsel? "Ya..lumayanTadi kami sempat bingung cara mendapatan tiketnya, karena tidak sama dengan di Amerika," kata Fernando Rodriguez, suporter dari Miami.

Dari pengamatan Jawa Pos, selama berada di stasiun dan perjalanan dengan kereta, jarang sekali ditemui warga lokal kulit hitamHampir semuanya kulit putihKetika hal ini dikonfirmasikan ke beberapa petugas customer service steward (CSS), mereka tak membantahnya.

"Banyak warga dari kalangan kami yang menganggap kereta ini mahalKarena itu, mereka lebih memilih naik bus atau minibus," kata Liezelle, CSS perempuan berkuit hitam.

Sebaliknya, beberapa warga lokal kulit putih memang cukup senang dengan kehadiran Gautrain itu"Bagi kami, agak mahal tak jadi masalah asal keamanan terjamin dan terhindar dari kemacetan," kata Tracey Gilbert, perempuan warga Sandton yang naik Gautrain dengan tiga anaknya(*/cfu)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Suporter Argentina Diawasi Ekstra


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler