CERDAS! Kiat Pak Lurah Perangi Vandalisme

Senin, 07 November 2016 – 11:55 WIB
ILUSTRASI. FOTO: Dok. Damianus Bram/Radar Solo/JPNN.com

jpnn.com - KUPANG - Vandalisme atau tindakan merusak fasilitas umum dengan mencoret-coret menggunakan cat/pewarna/pilox merupakan persoalan klasik yang sulit diatasi. Di Kota Kupang misalnya, hal tersebut bisa ditemukan di mana-mana.

Seperti dilaporkan Tommy Aquinoda - Kupang, menyebutkan, umumnya, para pelaku vandalisme adalah anak-anak usia remaja dan para pemuda.

BACA JUGA: Salahgunakan Visa, 8 WN Tiongkok Dideportasi

Dan biasanya, sasaran vandalisme adalah tembok-tembok yang berada di pinggir jalan dan gang. Bahkan tembok-tembok bangunan perkantoran, sekolah, rumah sakit dan fasilitas publik lainnya tak luput dari sasaran vandal. Sudah tentu, tindakan tersebut sangat mengotori fasilitas umum.

Berkenaan dengan vandalisme, Pemerintah Kelurahan Merdeka punya cara unik untuk memberantas praktik vandalisme. Yakni, melibatkan pelajar (Pramuka) dari SMP Katolik Sta. Theresia Kupang.

BACA JUGA: Jakmania Jemput Maut di Cipali, Inilah Kronologisnya

Dimotori Lurah Merdeka, Daud Nafi dan pihak pimpinan SMP Katolik Sta. Theresia Kupang, para pelajar diajak untuk menghilangkan aksi vandalisme ini dengan kegiatan pengecetan tembok/pagar di beberapa titik krusial. Misalnya di depan Perpustakaan Daerah, di depan kampus Unwira Kupang, depan Apotik Ani dan depan Plaza Telkom.

Dalam aksi tersebut, 15 pelajar dilibatkan bersama sejumlah masyarakat, pemuda, mahasiswa KKN serta beberapa staf dari Kantor Kelurahan Merdeka.

BACA JUGA: Ngotot Berenang Saat Pasang, Bocah SD Hilang Digulung Ombak

Lurah Merdeka, Daud Nafi kepada Timor Express (Jawa Pos Group), mengakui, kegiatan tersebut sudah tiga kali mereka buat, terhitung sejak Agustus 2015 lalu. Sebab dia ingin mengajak masyarakat Kelurahan Merdeka untuk bertanggung jawab terhadap keindahan kota. Sehingga ada kesan positif dari tamu-tamu yang berkunjung ke Kota Kupang.

“Kita berikan kenyamanan bagi tamu-tamu. Kupang itu walaupun panas, tetapi sudut-sudut kotanya indah untuk dipandang,” ujarnya.

Daud menambahkan, Kelurahan Merdeka juga merupakan titik kumpul (pertemuan) para pelajar dari beberapa sekolah, serta titik kumpul para mahasiswa. Sehingga ada beberapa titik krusial vandalisme akibat kenakalan beberapa oknum pelajar maupun mahasiswa atau orang-orang tak bertanggung jawab.

Oleh karena itu, dalam kegiatan pengecatan tembok/pagar di beberapa fasilitas publik dan fasilitas pribadi, mereka melibatkan juga para pemuda dan pelajar dari SMPK Sta. Theresia. Kelak, para pemuda bisa menegur teman-temannya, mahasiswa dan pelajar yang melakukan aksi coret-mencoret pada fasilitas publik.

“Dengan melibatkan pelajar, mereka bisa tahu bagaimana susahnya mengumpulkan uang untuk beli oker, menyewa orang untuk cat tembok, dan lain sebagainya. Sehingga dengan pengalaman yang ada, mereka bisa ceritera ke teman-teman sekolah,” katanya.

Dalam aksi kali ini, jelas Daud, pengecetan tembok/pagar tak hanya dilakukan pada fasilitas publik/sosial. Tetapi juga pada fasilitas pribadi. Seperti toko dan tempat usaha lainnya. Untuk fasilitas publik, semua peralatan dan perlengakapan seperti kuas, rol, oker dan cat disiapkan oleh panitia kelurahan. Sedangkan untuk fasilitas pribadi, para pemilik tempat usaha yang menyiapkan semua peralatan dan perlengkapannya.

“Kalau di depan Perpustakaan Daerah, mereka (Perpustakaan Daerah, Red) yang siapkan semua. Kita hanya tinggal siap tenaga untuk cat temboknya,” sebutnya.

Soal keterlibatan pelajar, Daud katakan, pada kegiatan yang akan datang, mereka akan melibatkan pelajar dari sekolah lain yang ada di Kelurahan Merdeka. Sebab kegiatan serupa akan menjadi agenda rutin.

“Tahun lalu kita libatkan pelajar SMPK Giovanni. Kali ini, pelajar SMPK Sta.Theresia. Berikutnya, kita libatkan pelajar dari sekolah lain,” ujarnya sembari menginformasikan kalau panitia kelurahan tengah melakukan survei titik-titik krusial vandalisme lainnya.(JPG/aln/fri/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Istri Sultan Masih Dirawat


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler